News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pemilihan Gubernur DKI

Waspada Jebakan Utang Budi Parpol Pendukung Jokowi

Penulis: Danang Setiaji Prabowo
Editor: Anwar Sadat Guna
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Jokowi naik becak dan disambut oleh ratusan pendukungnya setiba di Solo. Jum at (21/9/2012) Jokowi Tiba kembali di Solo, usai pilkada DKI jakarta putara kedua. (Tribun Jogya/Ikrob Didik Irawan)

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Danang Setiaji

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Belum juga dilantik sebagai gubernur DKI, parpol yang mendukung pasangan Jokowi-Ahok dinilai mulai menjadi makelar jabatan di Pemprov DKI dengan menyusun nama-nama yang direkomendasikan akan duduk di jajaran SKPD DKI.

Pengamat Perkotaan dari Universitas Trisakti, Yayat Supriyatna, menilai ada jebakan hutang budi dan transaksi kepentingan antara parpol dengan gubernur terpilih.

Menurut dia, keputusan apakah akan merombak nama-nama di jajaran Pemprov DKI ada di tangan Jokowi, bukan dari dua parpol pendukung yang malah sudah lebih dulu menawarkan nama yang akan menduduki jajaran SKPD.

"Jokowi harus menggunakan otoritasnya untuk membentuk team work dan membedah persoalan yang ada di Jakarta. Saya sarankan, dua parpol itu legowo dan biarkan Jokowi-Ahok bekerja tanpa intervensi," ujar Yayat, Selasa (25/9/2012) saat dihubungi wartawan.

Ditambahkan, sikap yang cenderung seperti pemaksaan kehendak dua parpol pendukung tersebut menunjukan gejala tidak sehat dan tindakan yang tidak pas untuk pasangan pemenang yang dominan didukung oleh warga di luar kader partai.

Sebelumnya, sejumlah pengamat menilai kemenangan pasangan Jokowi-Ahok dikarenakan kerja keras para relawannya dan bukan kerja partai pendukungnya.

Parpol pendukung Jokowi-Ahok dinilai tak terlalu signifikan memberikan pengaruh bagi kemenangan Jokowi-Ahok.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini