Dirut PT Asaba Sakti Bakti (Asaba), Boedyharto Angsono dan pengawalnya, Serka Edy Siyep, juga tewas ditangan pembunuh bayaran bermotor di halaman Gelanggang Olah Raga Pluit Penjaringan, Jakarta Utara pada 2003 lalu.
Begitu pun Direktur Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen. Dia tewas di tangan sejumlah pembunuh bayaran yang mengendarai sepeda motor Yamaha Scorpio di Jalan Hartono Raya Modern Land Tangerang ketika korban berada di dalam mobil BMW-nya, 15 Maret 2009.
Anton menyimpulkan, rata-rata pembunuh bayaran di Indonesia selalu menggunakan senjata api genggam maupun senjata tajam. Lain halnya di daratan Eropa. Modus pembunuh bayaran di benua biru itu secara teknis lebih rumit dibanding Indonesia. Senjata api bukan satu-satunya cara menghabisi target. Pelaku bisa meracuni target maupun merekayasa sebuah kecelakaan.
*Silakan klik Di Sini untuk Update Tribun Jakarta Digital Newspaper
Baca tanpa iklan