News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Wacana Pemindahan Ibukota

Jokowi: Kalau Sudah Mentok, Saya Setuju Ibukota Dipindah

Penulis: Imanuel Nicolas Manafe
Editor: Gusti Sawabi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo atau Jokowi (kiri) didampingi istrinya, Iriana meninjau korban banjir di kawasan perumahan mewah Pluit, Jakarta Utara, Sabtu (19/1/2013). Banjir bandang menutup seluruh kawasan Pluit dengan ketinggian lebih dari 2 meter diakibatkan Waduk Pluit yang meluap. TRIBUNNEWS/DANY PERMANA

Laporan Wartawan TRIBUNnews.com, Nicolas Timothy

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo akhirnya angkat bicara soal wacana pemindahan Ibukota dari Jakarta ke daerah lain di Indonesia, seperti yasng diwacanakan oleh sejumlah politisi dan pengamat.

"Kalau memang sudah mentok dan kesulitan untuk mengatasi banjir Jakarta, saya sangat setuju ibukota untuk dipindah," ujar Joko Widodo di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Senin (21/1/2013).

Namun, pria yang akrab disapa Jokowi ini tetap ingin mempertahankan Ibukota berada di Jakarta. Karena itu ia memiliki program, yang apabila tidak bisa mengatasi banjir, maka dimungkinkan Ibukota dipindahkan.

Program yang dimaksud Jokowi tersebut ada enam hal, yakni dipercepatnya normalisasi Kali Ciliwung, Kali Pesanggrahan, Kali Angke dan Kali Sunter.

Kemudian, program lainnya membuat sodetan dari Otista menuju ke Kanal Banjir Timur. Lalu pembuatan waduk besar di Ciawi dan Cimanggis dan pompa-pompa penyedot air yang diletakkan di utara untuk membuang genangan air ke laut.

Program lainnya yaitu pembuatan sumur resapan yang banyak baik di hulu maupun di hilir, dan mega proyek Deep Tunnel atau terowongan multifungsi.

"Semuanya itu sudah dalam perencanaan. Kalau kajiannya positif dan menjadi langkah terobosan, bisa segera dimulai," tutur Jokowi.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini