News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Banjir Dahsyat Jakarta

Korban Banjir Butuh Alat Membersihkan Rumah

Penulis: Wahyu Aji
Editor: Gusti Sawabi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Suasana salah satu tenda pengungsian warga korban banjir di Kampung Pulo, Jakarta Timur, Sabtu (19/1/2013). Pengungsi terpaksa ditampung di tenda-tenda yang didirikan di sepanjang Jalan Jatinegara Barat karena tidak ada lagi tempat luas yang memadai. TRIBUNNEWS/HERUDIN

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Wahyu Aji

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Banjir dahsyat yang menerjang Jakarta, lima hari belakangan, saat ini sudah mulai mereda, sebagian air di wilayah banjir sudah mulai surut. Surutnya air menyisakan lumpur yang mengendap di tiap rumah para korban banjir.

Seperti yang dialami oleh korban banjir di Kampung Pulo, Kampung Melayu, Jakarta Timur. Warga membutuhkan alat kebersihan untuk membersihkan lumpur-lumpur tersebut.
 
"Kami butuh alat untuk membuang lumpur seperti lap pel, serokan air, pembersih lantai, pembunuh kuman," kata Zaenal (32), warga RT 3 RW 1 Kampung Pulo, kepada Tribunnews.com di posko Sudinkes Jaktim, Senin (21/1/2013).

Sementara itu, Ketua RW 01 di Kampung Pulo, Kelurahan Kampung Melayu, Jakarta Timur, M Haris mengatakan, warganya membutuhkan bantuan alat pembersih untuk mengeluarkan lumpur yang tersisa akibat banjir yang mulai surut.

"Saat ini air sudah mulai surut dan tersisa lumpur setinggi 20 sentimeter di dalam maupun di pekarangan rumah. Oleh karena itu kami butuh alat pembersih berupa kain pel, cairan desinfektan, dan karet pengeruk air," kata Haris.

Menurut dia, ketinggian genangan air di Kampung Pulo yang berada di bantaran Sungai Ciliwung hingga pukul 06.00 WIB menyurut jadi sekitar 60 sentimeter hingga satu meter.

Haris menjelaskan, warga sudah ada yang kembali ke rumah yang belum bisa ditinggali untuk membersihkan lumpur yang menumpuk.

"Memang ada beberapa warga yang masuk rumahnya namun hanya untuk membersihkan lumpur. Kebutuhan istirahat, makan dan mandi masih dilakukan di posko banjir," kata Haris.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini