TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Warga mengungkap ada aksi pencurian saat insiden kebakaran terjadi di kawasan Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (1/6/2026) malam.
Tjasmudi (65), warga setempat yang kediamannya hangus terbakar mengatakan aksi pencurian terjadi ketika warga tengah panik menyelamatkan diri.
Menurut dia, berdasar informasi dari warga lain, ada seorang pria yang masuk ke rumah warga dan berhasil kabur membawa satu unit televisi.
"Sempat ada maling juga. Kan kondisi memang gelap, listrik dimatikan. Nah itu ada maling ambil TV, masuk ke rumah orang," ungkap Tjasmudi saat ditemui Tribunnews.com di posko pengungsian, Selasa (2/6/2026).
Katanya, aksi pencurian itu baru diketahui warga ketika pemilik rumah yang merupakan seorang wanita menceritakan hal tersebut kepada warga lainnya.
Baca juga: Pakaian Ludes Dilahap Api, Warga Korban Kebakaran di Kemayoran Berharap Bantuan
Menurut Tjasmudi, wanita pemilik rumah membiarkan pencuri mengambil TV miliknya.
"Itu katanya, perempuan yang punya rumahnya lihat ada yang ambil TV-nya, tapi dia biarin, karena kan orang lagi pada panik kan," ucapnya.
Lebih lanjut, Tjasmudi mengatakan, jika aksi pencurian itu lebih dahulu diketahui langsung warga, pencuri tersebut tentu akan menjadi sasaran amukan warga.
Baca juga: Kebakaran di Kemayoran: 250 Bangunan Terdampak, 500 Orang Mengungsi
"Awalnya warga enggak tahu. Kalau tahu pas kejadian, orangnya kita tahu. Karena pelaku bukan orang sini. Kalau tahu, pasti dihajar warga," kata Tjasmudi.
Modus Pura-pura Bantu Evakuasi
Seorang pria yang diduga hendak melakukan pencurian tertangkap basah warga saat api masih berkobar hebat di permukiman padat penduduk kawasan Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (1/6/2026) malam.
Beroto, seorang warga di lokasi, menceritakan terduga pelaku memanfaatkan situasi kacau untuk menggasak barang dagangan milik warga.
Pelaku mencoba mengelabui orang-orang dengan berteriak seolah-olah sedang membantu proses evakuasi.
"Tadi sempat ada yang maling juga. Maling dagangan satu karung. Dia bilangnya 'evakuasi-evakuasi', tapi kan warga pada hapal mana yang orang luar sama yang orang dalem (area Pasar Jiung)," ujar Beroto Senin (1/6/2026) malam.
Warga yang emosi langsung mengepung dan menghakimi pelaku di lokasi.
"Jadi tadi dipukulin warga pakai besi, pakai helm. Enggak tahu deh nasibnya sekarang gimana," ujar Beroto.
Baca tanpa iklan