News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Banjir Dahsyat Jakarta

Pengungsi Diprediksi 19.000 Ternyata 40.000 Orang

Editor: Gusti Sawabi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Korban banjir luapan Sungai Ciliwung yang mengungsi di Gedung Yayasan Pendidikan Attahiriyah, Kampung Melayu Besar, Jakarta Timur, antre mengambil pakaian pantas pakai sumbangan dari warga dari berbagai tempat, Minggu (20/1/2013). Meski banjir telah surut, sebagian pengungsi masih bertahan di tempat tersebut. (Kompas/Yuniadhi Agung)

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo memaklumi adanya keterlambatan penanganan pengungsi banjir oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI. Menurut pria yang akrab disapa Jokowi itu, jumlah pengungsi akibat banjir tahun ini di luar ekspektasi dan kalkulasi Pemprov DKI.

"Ya, kalau kita lihat di lapangan semuanya juga sudah ada posko kesehatannya. Tapi, bahwa ada kekurangan itu memang iya karena lonjakan pengungsi memang di luar kalkulasi kita," kata Jokowi di Balaikota Jakarta, Senin (21/1/2013).

Prediksi awal pengungsi, menurut Jokowi, adalah sekitar 19.000 pengungsi. Namun, yang terjadi saat ini sudah lebih dari 40.000 pengungsi di DKI Jakarta.

"Tapi, kalau ada keluhan, langsung saya perbaiki. Kemarin saya rapatkan memang soal itu, tempat-tempat yang masih ada keluhan, tempat yang masih ada kekurangan ya itu diperbaiki," kata Jokowi.

Seluruh bantuan kepada korban pengungsi banjir, menurutnya, sudah langsung tiba di lokasi dan langsung sampai kepada korban pengungsi banjir. Jokowi pun mengaku apabila ada laporan lokasi mana saja yang belum menerima bantuan, ia langsung sigap untuk mengirimkan bantuan.

"Kalau bantuan, sudahlah, coba dicek. Cek sendiri di Kampung Pulo yang pengungsinya gede seperti apa. Kemarin ada sedikit SMS langsung saya drop kok. Kemarin di Grogol, saya dapat SMS, 'Pak kita belum dapat bantuan,' langsung di-drop, 'Pak, di Penjaringan belum dapat,' langsung di-drop," tutur Jokowi.

Sementara itu, dalam menangani begitu banyaknya pengungsi yang tersebar di lima wilayah DKI Jakarta, Dinas Kesehatan DKI menambah posko kesehatan di tempat-tempat pengungsian. Hingga saat ini, jumlah posko yang didirikan untuk menolong pengungsi berjumlah 128 posko dari awalnya hanya 30 posko. Dengan rincian, 34 posko kesehatan di Jakarta Timur, 34 posko kesehatan di Jakarta Barat, 28 posko kesehatan di Jakarta Selatan, 24 posko kesehatan di Jakarta Utara, dan 8 posko di Jakarta Pusat.

"Selama ada pengungsi, posko kesehatan selalu stand by selama 24 jam. Selama banjir belum surut atau pengungsi belum semua kembali ke rumahnya, posko kesehatan tetap siap siaga," kata Kepala Dinas Kesehatan DKI Dien Emmawati.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini