"Setelah itu saya jadi agak pusing, lalu saya ikut dia pergi," katanya.
Handphone Ay juga diambil paksa putra Novita yang masih berumur delapan tahun. Bocah tersebut berdalih ia ingin mencoba handphone Ay, dan memainkannya hingga baterai handphone Ay habis, dan tak seorang pun bisa menghubungi Ay.
Mereka menumpang Kopaja sampai kawasan Kalibata, Jakarta Selatan. Di situ saat menunggu kendaraan, Novita membelikan Ay air mineral gelasan.
Ay diminta minum air yang masih digenggam Novita, setelahnya ia diminta menatap mata Novita.
"Dia bilang lihat mata saya, ada apa, saya sih tidak lihat apa-apa. Tapi setelah itu saya tidak ingat apa-apa lagi, tahu-tahu sudah ada di studio," kata Ay.
Seperti yang sudah dijanjikan, Ay kemudian menyaksikan syuting acara komedi itu. Mereka menyaksikan acara itu hingga sekitar pukul 20.00 WIB. Ay mengaku di dalam pikirannya ia terus mengingat sang ibunda yang pasti khawatir atas keberadaan dirinya.
Ay pun minta izin untuk pulang. Namun Novita menahan Ay dengan meyakinkan sudah tidak ada lagi angkot untuk pulang, Novita pun berjanji mengantar Ay pulang esok hari.
Kepada Novita Ay mengaku rindu pada sang ibunda dan adiknya. Tiba-tiba saja Novita bersila dan menyatukan kedua telapak tangannya di depan kepala, sembari memejamkan mata dan sedikit menggeleng-gelengkan kepala layaknya orang bertapa. Ay pun kaget.
"Tahu-tahu dia bilang ini eyang kamu tidak usah khawatir. Mama kamu sudah eyang ikat, adik kamu udah saya jaga, setelah itu aku tidak ingat lagi, tahu-tahu sudah di dalam Kopaja," ujar Ay.
Mereka kemudian turun di kawasan Pasar Senen, Jakarta Pusat. Mereka berjalan kaki hingga kediaman Novita di kawasan Sunter Jaya, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Menjelang tengah malam, mereka akhirnya sampai.
Ay menggambarkan kediaman Novita berada di pemukiman padat. Rumah tersebut terdiri dari dua lantai, dan bagian depannya ditutupi triplek untuk menghalangi pandangan orang dari luar.n Penculikan secara 'halus' rupanya tengah terjadi.
Di rumah itu Ay diingatkan untuk mengaku sebagai kerabatnya yang tinggal di Bogor, Jawa Barat kepada siapapun yang bertanya.
Ay pun bingung kenapa ia harus melakukan hal tersebut. Ketika ada sejumlah laki-laki melintas di depan rumahnya tiba-tiba Novita berbicara agak lantang.
"Dia bilang keras-keras, mungkin biar orang di luar dengar, dia bilang besok kamu aku antar ke rumah kamu di Bogor," kata Ay.
Tak lama setelahnya Ay kembali diminta Novita untuk menatap matanya. Ay pun menuruti hal itu.
Baca tanpa iklan