News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Ratu Atut Tersangka

RSUD Banten Tanpa Alat Infus

Editor: Ade Mayasanto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Tim kesehatan Pelabuhan melakukan tindakan pemasangan infus pada kedua Anak Buah Kapal (ABK) Queen Soya yang terjangkit penyakit menular Flu Burung saat Simulasi Penanggulangan Public Health Emergency Of Internasional Concern (PHEIC) di tenda khusus evakuasi Pelabuhan Samarinda, Selasa (25/9/2012). (TRIBUN KALTIM /NEVRIANTO HARDI PRASETYO)

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sepekan lalu, Jarsih (50) kebingungan mencari alat infus. Ironisnya di RSUD Banten yang pembangunanya menghabiskan dana Rp 204 miliar itu tidak tersedia alat yang semestinya tak sulit diadakan.

Demi sang suami, Jaemal (71) yang baru masuk ke RSUD Banten atas rujukan Puskesmas Cicurug, Kabupaten Serang, Jarsih terpaksa mencari alat infus keluar rumah sakit. "Saya cari alat infus ke Apotek di Kota Serang," kata Jarsih kepada Warta Kota, Kamis (19/12/2013) siang.

Kemarin siang, ketika Warta Kota mengunjungi Jaemal, ternyata bukan cuma alat infus yang tak tersedia, tetapi obat yang bisa berbarengan dimasukkan ke alat infus pun tak tersedia di rumah sakit itu. Padahal RSUD itu adalah RS rujukan provinsi.

Hal serupa dialami Bandarsyah (61) yang sudah tiga hari berada di RSUD Banten menemani sang istri, Ayi Suhaeti (55). Dia sudah berhari-hari di RSUD penyakitnya belum terdiagnosa. Akibatnya Bandarsyah hanya bisa berteriak saja.

Bandarsyah mengakui kalau persediaan obat-obatan di RSUD Banten belum lengkap. Selama tiga hari terakhir dia sudah dua kali mencari obat di luar RSUD. "Saya tak tahu itu obat apa. Tapi itu obat untuk dicampurkan ke alat infus. Obat itu berupa cairan. Tak ada di RSUD Banten, harus beli di apotek luar," kata Bandarsyah.

Padahal jarak dari RSUD Banten ke Kota Serang cukup jauh sekitar 9 kilometer. Ongkosnya lumayan dan cukup menguras kantong Bandarsyah.

Berbeda lagi dengan pengakuan Winda (27) yang tengah menemani ibunya, Sa'adah (51) yang dirawat di RSUD Banten pertengahan November lalu. Tapi begitu tiba di RSUD Banten, Winda justru kecewa karena di rumah sakit ini tak tersedia alat CT Scan.

Winda terpaksa membawa ibunya mencari rumah sakit lain untuk melakukan CT Scan. Setelah pemeriksaan di rumah sakit lain, Winda kembali membawa ibunya ke RSUD Banten. Jarak antara rumah sakit swasta tempat Ibunya menjalani CT Scan dengan RSUD Banten sekitar sembilan kilometer. (ote)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini