News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Makam Dibongkar

81 Mayat Hilang di TPU Cigaten Tangerang

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pembongkaran 81 makam di pemakaman wakaf kawasan Kampung Cigaten, Desa Cihuni, Pagedangan, Kabupaten Tangerang membuat geger ratusan warga yang mengebumikan jenazah leluhurnya disana.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pembongkaran 81 makam di pemakaman wakaf kawasan Kampung Cigaten, Desa Cihuni, Pagedangan, Kabupaten Tangerang membuat geger ratusan warga yang mengebumikan jenazah leluhurnya disana, sebab mayat-mayat yang dikubur hilang.

Amnah (80), warga RT 02/03 Desa Cihuni nampak murka. Tak henti-hentinya ia mengumpat dalam bahasa Sunda sembari menunjuk-nunjuk lubang makam yang berantakan.

"Keluarga urang aya tujuh di dieu, nggeus karopong kabeh ayeuna! (Keluarga saya disini ada tujuh, sekarang makamnya sudah kosong semua!-red)," kata Amnah dengan mata terbelalak.

Amnah memaparkan, ia mendapati makam kakek, nenek, adik, serta beberapa kerabat lainnya sudah dibongkar habis.

Hanya lubang menganga sedalam kurang lebih 1,5 meter yang nampak.

Amnah sendiri terlihat kurang bisa berkonsentrasi saat ditanya wartawan. Emosinya terus meluap-luap.

"Balikin! Balikin semua jenazah kerabat saya! Kurang ajar sekali emang yang gali ini! Astaghfirullah," kata Amnah yang mengenakan kerudung putih.

Kasus pembongkaran makam itu sendiri sudah mulai marak sejak Sabtu malam (1/2/2014) lalu. Pembongkaran makam itu sendiri dikoordinir oleh seorang warga Desa Cihuni bernama Sobri.

Sabtu tengah malam, warga memergok dua laki-laki bernama Bewok dan Irsad tengah beristirahat di tengah kuburan sehabis membongkar makam. Warga pun menyergap keduanya.

Dari mulut Bewok dan Irsad, diketahui bahwa keduanya disuruh oleh Sobri. Warga pun beramai-ramai mendatangi rumah Sobri di Desa Cihuni, lalu menelepon polisi.

Sobri bersama dua kroninya kini tengah mendekam di sel tahanan Mapolsektro Pagedangan. Motif pembongkaran mayat tersebut diduga terkait konflik dengan pihak pengembang kawasan tersebut.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini