"Di Selandia Baru, pendidikan gratis selama 13 tahun dari usia dua tahun, yaitu pre-school sampai SMA. Hanya untuk di sekolah negeri. Kalau mau di sekolah swasta, ya, harus bayar," kata Yenny.
Yenny menjelaskan, pendidikan tinggi di Selandia Baru membutuhkan biaya hingga 24 ribu dolar Selandia Baru atau sekira Rp 230,9 juta (dengan kurs Rp 9.621 per satu dolar). Namun, untuk mahasiswa asing mendapat subsidi hingga 70 persen dari total biaya tersebut.
"Karena ada subsidi dari pemerintah, biaya kuliah yang harus ditanggung senilai 6.500 dolar Selandia Baru (Rp62,5 juta)," tuturnya.
Kemudian, keuntungan yang diperoleh mahasiswa Indonesia yang melanjutkan pendidikan master dan PhD di Selandia Baru adalah fasilitas bagi keluarga. Bahkan, pemerintah Selandia Baru menanggung biaya pendidikan anak dari mahasiswa Indonesia yang menjalani perkuliahan S-2 dan S-3 di sana.
"Mereka yang membawa keluarga bisa dikasih izin kerja full time tanpa harus melamar. Jika membawa anak di bawah 18 tahun, biaya sekolahnya pun ditanggung pemerintah di sekolah negeri," jelasnya.
Baca tanpa iklan