Sisanya ada yang dibuang. Namun, dibuang tidak sembarangan. Sebab, harus menjalani sebuah ritual.
“Kalau di rumah banyak bukti (telur--red). Sebagian, ada yang saya buang ke Kali Cisadane pas malam Jumat Kliwon. Tetapi, diselamatin dulu,” ujarnya.
Di kesempatan itu, Sinin, menyerahkan kepada masyarakat untuk percaya atau tidak dirinya bisa bertelur.
“Ya, percaya tidak percaya. Buat apa saya berbohong. Kalau tidak percaya bawa saja saksi yang membantu saya bertelur,” tambahnya.
Baca tanpa iklan