News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Kisruh APBD DKI

Pakai Istilah "Toilet", Ini Klarifikasi Ahok

Penulis: Adi Suhendi
Editor: Hasanudin Aco
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ucapan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menggunakan istilah 'toilet' disoroti banyak pihak sebagai perkataan yang tidak pantas keluar dari mulut pejabat publik.

Terkait hal itu, Ahok mengibaratkannya dengan seorang pemuda yang memaki pemalak dalam bus yang ditumpangi anak-anak.

"Kalau kamu naik bus terus tiba-tiba ada tukang malak, preman malak nih dimintain jam tangan, dompet semua sama kalian, terus ada satu pemuda langsung berdiri maki-maki tuh orang dengan bahasa kotor, lo kira harta nenek lo segala macam maki-maki dia, terus ada anak-anak di bus itu. Terus yang pegang anak-anak akan bilang apa? Eh lo yang maki-maki turun dong'," ungkap Ahok di Balai Kota Jakarta, Selasa (24/3/2015).

"Kita rela ini duit diambil si pemalak? Kamu turunin si pemalak apa yang maki-maki? Pemalak. Makanya, ini logika, lihat konteksnya ya," Ahok menambahkan.

Perumpamaan tersebut kata Ahok bukan dimaksudkan untuk pembelaan diri karena sudah berkata tak pantas di hadapan publik melalui televisi.

Menyoal teguran Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) terhadap Kompas TV akibat ucapannya yang tak pantas disiarkan secara langsung, Ahok mengaku dirinya sudah berkomunikasi dengan Pimpinan Redaksi Kompas TV Rosiana Silalahi.

"Aku sudah kontak Rosi kok, BBM (Blackberry Massanger) dia, sori lah saya bilang, makanya lain kali jangan kirim yang agak mancing lah, wawancara yang cewek saja lebih enak," ungkapnya.

Ia pun tidak masalah bila KPI memanggil dirinya karena sudah meminta maaf atas apa yang dilakukannya.

"Tidak apa-apa, paling saya bilang, saya kan sudah minta maaf mengganggu anak-anak itu," katanya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini