News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Kisruh APBD DKI

Ahok Bingung, Hak Angket Bergeser ke Soal Etika

Penulis: Adi Suhendi
Editor: Hasanudin Aco
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok meninggalkan Balai Kota DKI Jakarta menemui Wapres Jusuf Kalla, Senin (23/3/2015).

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama merasa aneh dengan panitia angket yang dibentuk DPRD DKI Jakarta.

Pria yang akrab disapa Ahok tersebut mengatakan bila awalnya angket digulirkan untuk menelusuri dokumen RAPBD DKI Tahun 2015.

Dokumen ini dia kirim ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) apakah sesuai hasil pembahasan dengan DPRD atau bukan.

Namun belakangan angket tersebut ternyata menelusuri pelanggaran etika yang diduga telah dilakukan Ahok selaku gubernur.

"Kan angket-nya mempermasalahkan mana yang asli, RAPBD versi gubernur atau DPRD, itu kan? Nah makanya angket sekarang sudah bingung, sudah jadi Pergub tulis surat segala macam, akhirnnya jadi angket etika," kata Ahok di Balai Kota, Rabu (25/3/2015).

Menyoal tentang etika, Ahok pun mengungkit kata-kata binatang yang dilontarkan anggota DPRD DKI ketika mediasi antara dirinya dengan DPRD di Kemendagri.

Dikatakan dia, harusnya orang yang melontarkan kata binatang tersebut diproses di Badan Kehormantan (BK) DPRD.

"Badan Kehormatan DPRD DKI ada tidak periksa teman-temannya yang mengatai saya anjing, goblok," ujarnya.

Lantas Ahok pun berseloroh kepada wartawan bila anjing bisa melihat mana siluman mana tidak.

"‎Anjing itu dipelihara memang buat nangkap maling. Memang Ahok anjingnya orang Jakarta kok. Ahok ini memang anjing untuk jaga agar aset orang Jakarta tidak dicuri maling. Kalau daging anjing saya tidak makan, aku makannya hot dog," ungkap Ahok.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini