News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Kasus Bongkar Muat Kapal

Polda Metro Jaya Geledah Kantor Perusahaan Importir Garam di Surabaya

Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Hasanudin Aco
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Satuan Tugas Khusus Polda Metro Jaya melakukan penggeledahan lantai 9 di Kementerian Perdagangan, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (28/7/2015). Penggeledahan tersebut berkaitan dugaan tindak pidana korupsi disalah satu direktorat jenderal kemendag. WARTA KOTA/Angga Bhagya Nugraha

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Tim Satuan Penugasan Khusus (Satgasus) Polda Metro Jaya melakukan penggeledahan di PT Garindo Sejahtera Abadi, Surabaya Jawa Timur. Perusahaan tersebut melakukan kegiatan importir garam.

Upaya hukum tersebut merupakan tindak lanjut penggeledahan di Kementerian Perindustrian pada, Senin (10/8/2015), lalu. Ini dilakukan untuk mencari alat bukti terkait kasus dugaan suap dan gratifikasi proses dwelling time (bongkar muat). Aparat kepolisian menduga ada perbuatan melawan hukum di bidang garam.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Krishna Murti, mengatakan PT Garindo merupakan salah satu perusahan yang tengah dibidik oleh tim Satgasus Polda Metro Jaya.

"Kami masih melakukan penggeledahan di Garindo," kata Kombes Pol Krishna Murti saat dihubungi, Selasa (11/8/2015).

PT Garindo merupakan perusahan importir garam milik Lusi Maryati. Lusi merupakan salah satu tersangka kasus suap di Ditjen Daglu Kementerian Perdagangan yang ditetapkan aparat Polda Metro Jaya.

Setelah melakukan penggeledahan di PT Garindo, menurut Krishna, aparat kepolisian akan menggeledah perusahaan lainnya. "Tim kami besok akan menggeledah perusahaan lainnya," tambahnya.

Polda Metro Jaya telah menetapkan lima orang tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi proses dwelling time. Mereka yaitu, ME importir, MU pekerja harian lepas Kementerian Perdagangan, IM Kasubdit Kementerian Perdagangan Partogi Pangaribuan Dirjen Daglu Kementerian Perdagangan dan L seorang importir.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini