TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ratusan jemaat gereja GKI Yasmin Bogor dan HKBP Filadelfia Bekasi terpaksa merayakan Paskah di depan Istana Negara, Jakarta Pusat, Minggu (28/3/2016) siang.
Hal tersebut disebabkan gereja mereka masih disegel sejak beberapa tahun lalu.
Di ujung prosesi ibadah Paskah, para jemaat menyanyikan 'Indonesia Raya' sebagai simbol bahwa mereka adalah warga negara Indonesia dengan hak kebebasan beragama sama.
Pantauan Tribun, para jemaat menyanyikan lagu Indonesia Raya sembari berdiri dan ada satu dua orang yang memberi hormat ke arah sebuah bendara Merah Putih yang berkibar di lokasi acara Paskah.
Bangunan Istana Negara yang menjadi tempat berkantor Presiden Joko Widodo berada di belakang bendera Merah Putih itu.
"Kami ini warga Indonesia juga. Kami sebagai warga Indonesia meminta hak kebebasan untuk beribadah," kata juru bicara GKI Yasmin, Bona Singalingging di lokasi.
Sebuah rumah yang menjadi tempat ibadah GKI Yasmin berada di Jalan Cemara Raya nomor 9, Kompleks Taman Yasmin, Kota Bogor, telah disegel pemerintah daerah setempat sejak 2008.
Selain sengketa perizinan bangunan, tempat ibadah tersebut mendapatkan penolakan dari sejumlah warga.
Demikian juga dengan gereja HKBP Filadelfia di Desa Jejalen Jaya, Tambun Utara, Bekasi yang disegel Pemda setempat sejak 2012.
Padahal, gugatan perizinan bangunan telah dimenangkan dan dinyatakan sah di tingkat Mahkamah Agung (MA).
Namun, segel tempat ibadah tidak dibuka pemda setempat sehingga para jemaah tidak bisa beribadah di kedua bangunan tersebut.
Menurut Bona, seharusnya pemda tempat berada kedua gereja tersebut melaksanakan putusan MA dengan membuka segel yang masih terpasang pada fisik bangunan sehingga para jemaat tidak beribadah di depan Istana Negara.
Namun, harapan itu sulit terjadi.
Selain perayaan Paskah, sebelumnya mereka juga merayakan Natal di depan Istana Negara.
Karena itu, dalam perayaan Paskah di depan Istana Negara yang ditutup dengan menyanyikan lagu 'Indonesia Raya' kali ini mampu menyentuh hati sang pemimpin negeri, Presiden Jokowi.
Satu harapan mereka untuk Jokowi, yakni sang presiden turun tangan agar bisa membantu membuka segel pada bangunan gereja sehingga bisa beribadat dengan tenang.
Ia mengingatkan, bahwa pemerintah tidak boleh diskriminasi terhadap warga negaranya dalam pendirian tempat ibadah dan beribadah.
"Kami akan terus melakukan ini sampai dua gereja yang disegel dibuka. Kami datang ke sini hanya untuk beribadah dan harus menempuh sekitar 40 Km. Itu karena gereja kami disegel sampai sekarang," ujar Bona.
"Pemda setempat seakan menjadi kerajaan-kerajaan kecil. Kami sudah lakukan pertemuan dengan menteri-menteri, tinggal sekarang Presiden yang belum ditemui," sambungnya.
Acara perayaan Paskah oleh jemaat GKI Yasmin Bogor dan HKBP Filadelfia Bekasi di depan Istana Negara ini mendapat pengamanan dari pihak kepolisian.
Acara berlangsung dengan aman dan tertib.
Selain doa, nyanyian pujian, dan menyanyikan lagu Indonesia Raya, sejumlah pendeta juga mengakhiri ibadah Paskah dengan membagikan telur warna cerah kepada jemaat, warga yang melintas, serta kepada sejumlah polisi dan petugas Satpol PP yang bertugas di lokasi acara.
Setelah saling bersalaman dan berpelukan, tak lupa jemaat bergotong royong memungut sejumlah sampah sebelum meninggalkan lokasi.
Sejumlah turis asal China, Taiwan dan Jerman tampak antusias menyaksikan prosesi ibadah Paskah di depan Istana Negara ini.
Mereka sesekali memotret.
Mereka juga tampak sumringah saat mendapatkan telur Paskah dari pendeta.
"Pembagian telur ke warga ini karena kami merasakan suka cita Paskah," kata Pendeta Stephen Sulaiman.