"Enggak tahu deh kalau yang sekarang, sudah beberapa hari ini kurang tidur. Tadi juga pas buka buku malah ketiduran," ucapnya.
Wanita yang baru mengajar di PAUD selama tiga tahun itu mengaku terakhir mengenyam pendidikan saat duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Purworejo, Jawa Tengah tahun 1973.
Namun, karena dirinya menikah suaminya akhirnya cita-citanya kandas.
Semangat menuntut ilmu yang dimiliki pun didukung oleh anak-anaknya.
Selama ujian berlangsung, Sumini selalu diantar-jemput oleh anak sulungnya dengan menggunakan sepeda motor.
Dia mengaku pernah mengikuti ujian yang sama pada tahun 2014.
Namun, ia gagal lantaran nilainya saat itu hanya kurang 0,1 darui standar kelulusan yang ditetapkan.
"Pernah ikut tahun 2014 cuma gagal padahal nilainya kurang 0,1," tutur dia.(Bintang Pradewo)
Baca tanpa iklan