News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Petugas Dinas Perhubungan Kaget Ada Oknum Tagih Uang kepada PKL di Jalur CFD

Penulis: Yurike Budiman
Editor: Dewi Agustina
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Petugas yang sedang membagikan imbauan pada pedagang di jalur Car Free Day, Minggu (22/5/2016).

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yurike Budiman

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Salah satu petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengaku kaget dengan laporan pedagang yang selama ini berjualan di sepanjang jalur Sudirman-Thamrin dalam Car Free Day.

"Saya kaget ada laporan tadi kalau selama ini ada yang nagih uang ke para penjual kaki lima di sepanjang jalur ini," ujar salah satu petugas Dishub.

Sebelumnya, tiga petugas Dishub ditemui Tribunnews.com sedang membagikan kertas berisikan imbauan bagi para pedagang kaki lima, Minggu (22/5/2016) agar tidak lagi berdagang dan berjualan di sepanjang jalan Sudirman-Thamrin untuk alasan ketertiban dan kenyamanan Car Free Day.

Berdasarkan informasi dari petugas di lokasi, saat membagikan kertas imbauan tersebut ada aduan bahwa selama ini ada yang meminta pungutan liar.

"Ya, diminta sama 'jegger' nya. Mungkin relokasi ini nanti bisa hindari 'jegger' yang minta duit sama pedagang. Selama ini kan gratis mereka berjualan di sini," ujarnya.

Retno, salah satu staf yang membagikan imbauan tersebut mengatakan belum ada kepastian kapan akan direlokasi.

"Ini baru sosialisasi saja, belum tahu kapan. Tapi dalam imbauan tertulis aturan Pergub nya karena dari Pak Gubernur langsung," ujarnya.

Petugas Dishub mengimbau seluruh pedagang untuk bersedia direlokasi, dengan membagikan secarik kertas berisikan imbauan agar tidak berdagang atau berjualandi sepanjang Jalan Sudirman - Thamrin.

Seorang pedagang mengaku ini adalah imbauan kedua bagi para pedagang.

"Ini kedua kalinya sih, minggu lalu dibagikan juga seperti ini," ujar Ino, salah satu pedagang aksesoris HP yang sempat berniat membakar kertasnya.

Seorang penjual tas di sampingnya mengatakan setelah diberikan kertas imbauan tersebut dari petugas.

"Ah, ini formalitas saja direlokasi. Jangan dibakar kertasnya, bakar tuh Ahok nya," ujar penjual tas tersebut.

Seorang tukang bubur juga mengatakan temannya yang berdagang di dekat Grand Indonesia memang sering ditagih uang oleh sejumlah oknum.

"Biaya sewa di sana tuh Rp 100 ribu. Waktu itu saya pergoki lagi ngasih duit teman saya itu. Tapi di sini saya nggak pernah ada yang datang seperti itu sih, imbauan juga tidak ada," ujar tukang bubur yang berjualan di samping Pos Polisi Bundaran Hotel Indonesia.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini