News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pilgub DKI Jakarta

Pengamat: Tak Mungkin PDIP Bakal Duetkan Ahok-Djarot

Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Johnson Simanjuntak
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat (kanan)

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Suara "rujuk" PDI Perjuangan dengan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) melalui bakal diduetkannya Ahok dan Djarot Saiful Hidayat (Djarot) pada Pilkada DKI Jakarta disuarakan sejumlah kader PDIP akhir-akhir ini.

Peneliti Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR), Sunanto melihat suara tersebut hanya sebagai godaan atau bagian strategi politik PDIP mau mengusung Ahok.

Meskipun Ahok merupakan kandidat potensial untuk menang dan popularitasnya diatas kandidat lain, Sunanto melihat duet Ahok dengan Djarot dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017 masih sulit terwujud oleh PDIP.

Apalagi antara Ahok dan PDIP sudah berbeda jalan.

Yakni Ahok keukeh akan berjalan di jalur perseorangan dan PDIP di posisi Partai Politik.

"PDIP, ketimbang energinya untuk Ahok, lebih baik PDIP segera mengusung kadernya untuk menantang Ahok yang sudah memilih jalur independen," ujarnya kepada Tribun, Rabu (8/6/2016).

"Apakah Ahok akan berjudi dengan citra dan kesempatan serta peluang nama besarnya sebagai calon independen yang selama ini dirawat oleh Ahok?" demikian tanya Sunanto.

Memang katanya, PDIP menyandingkan Djarot dan Ahok merupakan pikiran politik realistis.

Tapi potensi PDIP akan memilih itu masih tidak mungkin.

Dia menilai mengumumkan kadernya sendiri akan lebih berwibawa dan simpatik bagi pemilih serta mensolidkan pendukung yang harus ditempuh PDIP dalam Pilkada mendatang.

Apalagi PDIP sebagai jawara Pemilu, pasti berpikir lebih ke depan untuk meyolidkan konstituennya.

Melihat itu, dia masih menyakini PDIP akan mengusung sendiri kandidatnya tanpa harus terbayang-bayang nama besar Ahok.

"PDIP mengusung sendiri kandidatnya tanpa harus tebayang-bayang nama besar Ahok."

"Karena dengan PDIP mengusung sendiri maka Pilkada DKI akan menarik dan semarak juga," katanya.

Selain itu dia menjelaskan hadirnya kandidat PDIP juga akan menguntungkan pemilih dalam memilih dengan referensi kandidat yang banyak.

"Karena PDIP ikut dukung Ahok maka Pilkada DKI akan hanya seremonial saja," ucapnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini