News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pilgub DKI Jakarta

Politisi Demokrat dan PKS Yakin PDIP Tidak Akan Mengusung Ahok

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Hasanudin Aco
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berikan keterangan kepada para awak media tentang uji materi Undang Undang (UU) Pilkada di Balai Kota DKI Jakarta, Jl. Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (10/8/2016). Gubernur Ahok menguji peraturan pilkada tentang keharusan cuti saat masa kampanye, bila mencalonkan diri kembali. TRIBUNNEWS.COM/LENDY RAMADHAN

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA  -  Ketua Badan Pemenangan Pemilu dan Pilkada PKS DKI Jakarta, Agung Setiarso mengatakan pihaknya sudah berkomunikasi dengan PDIP untuk mengusung Wali Kota Surabaya Tri Rismaharani (Risma) dalam pemilihan Gubernur DKI Jakarta.

Komunikasi yang dilakukan baru di tingkat Dewan Pimpinan Wilayah dan akan ditentukan pada tingkat DPP.

"Sudah kita kemukakan secara langsung ke PDIP untuk mengusung Risma ke Jakarta," ujar Agung dalam acara diskusi di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (13/8/2016).

Menurut Agung besar kemungkinan PDIP akan mengusung kadernya sendiri.

Pasalnya kecil kemungkinan PDIP akan ikut menyusul mengusung Ahok dalam Pilgub 2017 mendatang.

"Ahok gabung dengan PDIP, itu hanya keajaiban. Sudah tidak ada lagi logika dia untuk masuk. Jadi saya pikir ke depan DKI harus dipimpin oleh orang terbaik dan Ahok tidak bisa jadi orang terbaik kalau dia dibanchmark dengan orang yang lebih baik dari dia, yaitu Risma," katanya.

Hal senada diungkapkan ‎Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Prijanto.

Menurut politisi Partai Demokrat ini, PDIP tidak akan mengusung Ahok.

PDIP punya penilaian sendiri terhadap sosok yang akan diusungnya, termasuk kepada Ahok.

PDIP menurut Prijanto telah menakar karakter Ahok selama ini

"Yang ditakar PDIP itu konsistensi pemimpin. Tapi petahana kan tidak demikian. Sudah dapat predikat kutu loncat. Belum lagi inkonsistensi, dia dulu menuntut Foke (Fauzi Bowo) cuti saat kampanye, lalu sekarang dia menolak, tidak konsisten‎. Bagaimana dia (Ahok) dulu mengoprek-ngoprek PKL di trotoar, sekarang dibolehkan‎," pungkasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini