News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pilgub DKI Jakarta

Hitung-hitungan Pilkada DKI: Ahok-Djarot, Modal Incumbent dan Prediksi Menang Satu Putaran (1)

Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PENGUMUMAN CALON - Pasangan Calon Gubenur bertahan Basuki Tjahaja Purnama - dan Wakil Gubenur Djarot Saiful Hidayat usai menantangani kontrak politik saat deklarasi Cagub dan Wagub di DPP PDI Jalan Diponegoro, Menteng Jakarta Pusat, Selasa(20/9/2016). PDI mengumumkan Ahok-Djarot dalam pertarungan Pilkada 2017 dari 101 pasangan Pilkada seluruh Indonesia. Warta Kota/henry lopulalan

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017 menarik dicermati, bahkan lebih menarik dari Pilkada DKI 2007 dan 2012. Kenapa demikian?

Sejumlah pengamat menilai, munculnya tiga pasang kontestan jadi satu di antara faktor.

Tiga pasang kontestan itu, yakni petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) – Djarot Syaiful Hidayat, Anies Baswedan-Sandiaga Uno, dan pasangan Agus Harimurti – Sylviana Murni.

Menarik, lantaran para penantang Ahok tersebut adalah dua nama yang selama ini tidak beredar dalam pemberitaan maupun survei opini publik sebagai Cagub DKI.

Apalagi nama sulung Ketua Umum Partai Demokrat dan Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang diusung oleh partai Demokrat, PPP, PKB, dan PAN, yang sama sekali tidak beredar dalam sorotan survey maupun pemberitaan.

Sedangkan nama Anies baru muncul menjelang pendaftaran di KPU DKI Jakarta ditutup. Sehingga, kemunculannya boleh dibilang cukup mengejutkan publik maupun lawan politiknya.

Selain itu, sisi menarik lainnya adalah turunnya gunungnya tokoh-tokoh kuat di republik ini, yakni Ketua Umum PDIP dan Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri, SBY, Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto. Sehingga banyak yang merasa Pilkada DKI kali ini rasa Pemilihan Presiden (Pilpres).

Lalu, bagaimana kekuatan elektoral masing-masing kandidat tersebut? Berikut rangkuman sejumlah analisa dari sejumlah pengamat soal oeta kekuatan masing-masing kandidat.

1. Ahok-Djarot

Memang hingga saat ini, belum ada lembaga survei yang merilis bagaimana peta kekuatan dan dukungan masing-masing kandidat.

Namun oleh sejumlah pihak mengakui pasangan petahana masih memiliki peluang terbesar memenangi Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017.

Karena dinilai Ahok-Djarot merupakan pasangan yang masih menjabat dengan kinerja yang cukup memuaskan warga DKI Jakarta, dan itu terungkap menurut survei sejumlah lembaga.

Dari sejumlah hasil survei, tingkat kepuasan terhadap Ahok-Djarot berada pada kisaran 65 persen hingga 70 persen, bervariasi tergantung lembaga yang melakukan survei.

Sejalan dengan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Ahok, Direktur Strategi Indo Survey & Strategy Karyono Wibowo mengutip hasil survei Saiful Mujani Research Center menyebutkan jumlah warga Jakarta yang menginginkan Ahok kembali memimpin DKI berada di angka 58 persen.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini