News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Mutilasi Anak Polisi

Pelaku Mutilasi Pernah Tantang Suami

Editor: Hendra Gunawan
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Diduga mengalami depresi berat, seorang perempuan di Cengkareng, Jakarta Barat, membunuh anak kandungnya dengan cara memutilasi.

"Setahu saya kuping kanan sama kemaluan nggak ada (di badan). Itu semua sudah ditaruh, ada di piring," katanya.

Suyadi masuk ke rumah itu bersama ayahnda Mudmainah yang juga tinggal di wilayah Cengkareng Barat. Mudmainah tidak berkata apapun saat ditanya oleh ayahnya maupun oleh Suyadi. Dia bahkan menaruh jari telunjuk di bibir sebagai isyarat untuk tidak berbicara.

"Dia duduk, diam saja, merenung. Ditegur bapaknya diam saja kayak orang bisu," ujar Suyadi. Warga menduga, Mud melakukan aksi sadis tersebut karena depresi.

Tak lama kemudian, aparat Polsek Cengkareng dan ambulans yang dihubungi warga, tiba di lokasi kejadian. Polisi membawa Mudmainah ke rumah sakit. Demikian pula jenazah A dan anggota tubuhnya yang telah terpisah.

Kombes Awi Setiyono menjelaskan, Mud merupakan istri DS dari pernikahan kedua. Mereka menikah secara sah setelah DS berstatus duda cerai.

"Kami mendapat keterangan seminggu terakhir istrinya memang ada kelainan dan merasa ketakutan. Terakhir, dia bertanya ke suaminya 'kamu nggak takut sama saya ya?'," ujar Awi.

Polisi belum tahu apa maksud kata-kata Mud tersebut. Informasi lain menyatakan, Mud juga menantang suaminya. Padahal, sebelumnya, rumah tangga DS dan Mud dalam kedaaan baik-baik saja. "Itu data awal, nanti kami dalami," kata Awi.

Polisi menyatakan, pada Minggu malam, DS tiba di rumah sekitar pukul 19.40 WIB. Namun dia tidak bisa masuk lantaran rumah kontrakan berukuran 3x10 meter itu dikunci dari dalam.

Akhirnya, pintu didobrak dan dicongkel menggunakan obeng. "Waktu itu ada tetangga yang menyaksikan. Setelah masuk ke rumah, DS melihat anak kedua, laki-laki berumur satu tahun sudah tak bernyawa. Sedangkan putrinya menangis ada luka di telinga," tutur Awi.

DS lalu berteriak minta tolong sehingga semakin banyak tetangga yang berkumpul di rumahnya.
Informasi lain menyatakan, peristiwa sadis di rumah Mudmainah diketahui para tetangga setelah anak sulungnya, KLS, lari keluar rumah sambil menangis ketakutan.

KLS yang terluka pada telinga memberi tahu kejadian di dalam rumahnya sehingga para tetangga masuk ke rumah dan menemukan Mudmainah dalam keadaan telanjang. Selain itu, mereka juga menemukan A yang sudah tak bernyawa. (tribunnews/glery/warta kota)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini