Laporan Wartawan Tribunnews.com, Dennis Destryawan
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Calon wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengajak warga yang menolak kedatangannya di Kampung Nelayan, Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (3/11/2016) berdialog.
Djarot yang mengenakan kemeja kotak-kotak merah mendengar adanya aksi unjuk rasa.
Terutama yang dilayangkan forum RT/RW Kelurahan Kalibaru.
Mereka menolak, karena tak ada musyawarah mengenai rencana penertiban kawasan.
Aksi unjuk rasa dipimpin Ketua RW 07 Kalibaru Caharudin yang juga menjabat sebagai Sekretaris Forum RT/RW Kalibaru.
Caharudin menyatakan, menolak kedatangan Ahok atau Djarot lantaran rencana penggusuran tanpa adanya ganti rugi.
Djarot yang mendengar seruan unjuk rasa itu, justru menghampiri Caharudin.
Pria yang identik dengan kumis tebalnya tersebut mengajaknya berdialog.
Ia menjelaskan, bahwa tak ada rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menertibkan atau melakukan penggusuran permukiman warga.
"Warga di sini minta berdialog untuk meredam kekhawatiran masyarakat yang selama ini risau. Sampaikan juga ke Pak Ahok, tidak ada lagi penggusuran," ujar Caharudin kepada Djarot.
Mendengar keluhan Caharudin, Djarot menjelaskan dengan tenang, bahwa tak ada rencana Pemprov DKI untuk melangsungkan penertiban.
Djarot menuturkan, Pemprov DKI hanya berniat untuk membangun tanggul setinggi dua meter.
"Justru tanggul laut ini, di atas tanggul kita bangun rumah susun untuk nelayan. Kayak kampung deret, dengan cara seperti itu, maka lingkungan di sini tidak banjir dan bersih," ucap Djarot.
Pemprov DKI, ucap Djarot, ingin Kampung Nelayan terintegrasi dengan Pasar Ikan.
Baca tanpa iklan