News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pilgub DKI Jakarta

Ahok Cuti, Keluhan Warga Lewat Qlue Ditindaklanjuti Pemprov DKI Asal-asalan

Penulis: Dennis Destryawan
Editor: Hendra Gunawan
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Aplikasi Qlue menjembatani keluhan atau masukan warga Jakarta tentang kondisi sekitarnya.

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Dennis Destryawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Semenjak Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok cuti kampanye Pilkada, tindak lanjut Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang menerima keluhan dari warga melalui Qlue jadi asal-asalan.

Demikian dikatakan oleh Marketing Communicaton Manager Qlue Elita Yunanda. Menurutnya, proses tindak lanjut dari Satuan Kerja Perangkat Daerah Jakarta berubah saat Ahok cuti. Kini, tindak lanjutnya tak lagi cepat, cenderung mengecewakan.

Elita memaparkan, laporan atau aduan warga yang masuk ke Qlue tetap banyak. Tapi, tindak lanjut dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menurun dari segi kualitas.

"Kadang mereka asal-asalan tindak lanjutnya. Ini yang terus diawasi oleh user-user Qlue," ujar Elita, Selasa (29/11/2016).

Laporan atau aduan warga tak diproses, hingga benar-benar tuntas. Semisal, ada warga yang sebenarnya masih dalam proses tindak lanjut, tetapi sudah difoto oleh petugas di lapangan seakan-akan penanganannya telah selesai.

Dia mencontohkan, ada laporan warga mengenai parkir liar. Petugas di lapangan, seharusnya memberikan peringatan dengan kempesin ban atau cabut pentil pengedara pelanggar, tapi tindak lanjutnya tidak sesuai prosedur.

Dia mengungkapkan, penurunan kualitas tindak lanjut laporan dari Qlue terjadi sejak Ahok cuti dari jabatannya sebagai Gubernur DKI Jakarta untuk menjalani kampanye Pilkada, hingga Februari mendatang.

"Mereka (user Qlue) tahu bahwa peran itu ada di pemerintah untuk monitoring, bukan Qlue, karena Qlue hanya tools untuk melapor," ujar dia.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini