"Kita ingin orang yang nanganin itu bukan cuma iya-iya saja, tetapi dia mesti kerjain. Jadi kita kerja sama dengan BCA untuk melatih orang-orang kita untuk bisa ngangkat 112," ucap Ahok.
"Jakarta Siaga 112", lanjut Ahok, telah berjalan. Masyarakat bisa menghubungi nomor tersebut menggunakan provider apa pun secara gratis. "Jadi orang kalau ada apa-apa ingatnya 112. Handphone kamu enggak ada pulsa pun bisa pakai, beda provider pun bisa pakai," tutur dia.
Ahok mengatakan, Pemprov DKI ingin membeli lahan eks Kedubes Inggris untuk dijadikan pusat "Jakarta Siaga 112" tersebut.(tribunnews/theresia/glery/warta kota)
Baca tanpa iklan