News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Kasus Ahok

GP Ansor: Ahok Tidak Tulus Minta Maaf

Penulis: Eri Komar Sinaga
Editor: Sanusi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ma'ruf Amin (tengah) hadir menjadi saksi di persidangan ke-8 sidang perkara dugaan penodaan agama dengan terdakwa Gubernur DKI Jakarta nonaktif, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang digelar oleh Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara di Auditorium Kementerian Pertanian (Kementan), Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (31/1/2017).

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gerakan Pemuda Ansor menilai permintaan maaf yang disampaikan terdakwa penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok kepada Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia KH Ma'ruf Amin tidak tulus.

GP Ansor menilai permintaan maaf tersebut tidak tulus karena disampaikan melalui tayangan video dan tidak meminta maaf langsung kepada KH Ma'ruf Amin.

Baca: Luhut Bilang Datang ke Rumah Maruf Amin Bukan Karena Perintah Presiden

"Saya katakan tidak (tulus). Kalau mau tulus nggak usahlah lewat Youtube disebar," kata Ketua Hubungan Antar Lembaga GP Ansor Redim Okto Fudin saat diskusi bertajuk 'Ngeri-ngeri Sedap' di Cikini, Jakarta, Sabtu (3/2/2017).

GP Ansor, kata Redim, sangat menyesalkan tindakan atau perlakukan Basuki atau Ahok beserta penasihat hukum terhadap KH Ma'ruf Amin di pengadilan yang digelar di Auditorium Kementerian Pertanian yang digelar, Selasa lalu.

Redim mengatakan tidak sepantasnya KH Ma'ruf diperlakukan apalagi diancam karena Ma'ruf adalah saksi.

Kemarahan Ansor dan kaum Nahdliyin, kata Redim, karena KH Ma'ruf Amin adalah tokoh yang sangat dihormati.

Redim meningatkan bahwa Ansor dan Nahdliyin selama ini tidak pernah bermasalah dengan Ahok bahkan turut membantu Ahok.

Redim pun meminta Tim Sukses Ahok agar selalu mengingatkan Ahok dalam berbicara sehingga tidak menyinggung atau melukai perasaan orang lain.

"Semuanya marah dan tidak terima terhadap perlakuan yang tidak pantas dan tidak patut dilakukan kepada tokoh panutan kita hormati, sangat kita tinggikan, muliakan, kedudukannya diperlakukan mohon maaf bahasa saya tidak beradablah dan tidak punya etika sopan-santun walau kami paham ini di persidangan," kata dia.

Pada kesempatan tersebut, Redim pun meminta agar Ahok dan Timses Ahok tidak lagi membuat gaduh dan tidak lagi membuat perkataan yang menghina apalagi kepada KH Ma'ruf Amin.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini