News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pilgub DKI Jakarta

Tim Pemenangan Anies Sandi: Ada 'Hujan Sembako' di Jakarta

Penulis: Apfia Tioconny Billy
Editor: Hasanudin Aco
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Konferensi pers Tim Pemenangan Anies-Sandi terkait adanya politik uang pada Pilkada DKI Jakarta di Posko Pemenangan Anies-Sandi, Jalan Cicurug No. 6 Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (16/4/2017).

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Yupen Hadi, Wakil Ketua Bidang Advokasi dan Pengamanan pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur DKI Jakarta nomor tiga, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, menyebutkan kalau satu minggu terakhir ini telah terjadi hujan sembako di DKI Jakarta.

Sembako tersebut dinilai sebagai tindakan money politik atau politik uang yang merupakan sebuah pelanggaran dalam Pilkada DKI Jakarta.

Bagi-bagi sembako itu, menurut Yupen, dilakukan lawan mereka di Pilgub pasangan Ahok-Djarot.

"Terkait sembako, dalam satu minggu terakhir kita sudah mengetahui banyak sekali sembako, ada hujan sembako di DKI Jakarta," ungkap Yupen Hadi saat menggelar konferensi pers di Posko Pemenangan Anies-Sandi di Jalan Cicurug No.6, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (16/4/2017).

Baca: Tim Anies-Sandi Laporkan Tim Ahok-Djarot atas Dugaan Bazar Sembako di 10 Lokasi

Baca: Mantan Pimpinan KPK Sebut Bagi-bagi Sembako Sama dengan Korupsi

Berdasarkan hasil laporan relawan tim Anies-Sandi sebaran wilayah yang mendapatkan sembako hampir merata di seluruh wilayah Jakarta hingga Kepulauan Seribu.

"Yang terpantau oleh kita yang kita laporkan di Jakarta Utara di daerah Cilincing dan daerah Kali Baru, Jakarta Timur; Kampung Melayu, Lubang Buaya, Klender, Rawangun, Cimanggis," papar Yupen Hadi.

"Jakarta Barat: Cengkareng dan Jakarta Pusat usat ada di Kebayoran Lama untuk Jakarta Selatan, dan Jakarta Pusat ada di Kwitang," sambung Yupen Hadi.

Keseluruh laporan tindakan money politik itupun telah dilaporkan kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta dan berharap agar segera di proses.

"Semua sudah kita laporkan secara resmi ke bawaslu DKI Jakarta, yang artinya saat ini karena kita sudah melaporkan secara resmi dan masih banyak lagi laporan kita yang tidak resmi yang sedang kita follow up ke Bawaslu," pungkas Yupen Hadi.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini