News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pilgub DKI Jakarta

Politikus Golkar Puji Sikap Ical Terbuka Tidak Dukung Ahok

Penulis: Ferdinand Waskita
Editor: Adi Suhendi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Politikus muda Golkar Ahmad Doli Kurnia

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sikap Aburizal Bakrie yang secara terbuka memberikan dukungan bukan kepada Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mendapatkan apresiasi.

Apresiasi disampaikan Anggota Generasi Muda Partai Golkar (GMPG) Ahmad Doli Kurnia.

Menurut Doli, sikap Ical melanjutkan apa yang telah ditunjukkan tokoh Golkar seperti Jusuf Kalla, Titiek Soeharto, dan Fadel Muhammad.

"Seperti yang sudah sejak awal saya sampaikan bahwa dukungan Golkar terhadap Ahok itu telah mengingkari dan keluar dari sejatinya Golkar sebagai partai yang berkarakter nasionalis-religius," kata Doli melalui pesan singkat, Jumat (21/4/2017).

Doli melihat dukungan kepada Ahok lebih pada memenuhi kepentingan orang per orang atau kelompok tertentu saja di DPP Partai Golkar.
Saat ini, kata Doli, sudah terbukti bahwa pilihan Golkar itu salah besar.

Baca: Sejumlah Karangan Bunga Tanda Dukungan Untuk Ahok Masih Hiasi Pendopo Balai Kota DKI

Baca: Relawan Anies-Sandi Cukur Gundul Rayakan Kemenangan

Baca: Anies Sebut Setelah Oktober Alexis Ditutup Jika Langgar Perda

"Golkar terkena dosa politik dua kali dalam kasus ini," kata Doli.

Pertama, kata Doli, DPP bergeming tidak mengindahkan suara yang GMPG sampaikan sebagai suara yang didapatkan juga dari basis Golkar yang memahami betul karakter, visi, dan misi partai.

"Artinya DPP telah mengkhianati ucapannya sendiri, Suara Golkar Suara Rakyat tak lagi diindahkan," ujar Doli.

Kedua, lanjut Doli ternyata pilihan itu pun membawa kekalahan yang memalukan.

Ia menilai dukungan Golkar kepada Ahok membuat citra partai negatif karena dianggap sebagai partai pendukung penista agama.

"Tambah lagi sekarang juga sebagai partai yang ditinggalkan konstituen yang sejatinya sebagai basisnya," katanya.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini