Ketika ditemui wartawan, Hermansyah mengaku kondisinya sudah membaik.
"Kondisi alhamdulillah sudah bisa keluar dari rumah sakit meski masih harus tetap mendapat perawatan dari dokter," ujar Hermansyah.
Dia mengaku masih kesulitan dan membutuhkan bantuan saat berjalan.
Hermasyah kemudian menunjukan beberapa bekas luka akibat serangan itu.
"Yang paling saya rasakan ya di bagian saraf, karena kan ada total 10 luka. Yang di kepala ini dokter gak bisa sentuh," tambah Hermansyah.
Beberapa hari sebelum diserang, Hermansyah tampil di sebuah acara diskusi sebuah stasiun televisi yang membahas perkara pidana yang menjerat Habib Rizieq.
Dalam acara itu Hermasyah menyebut barang bukti kasus Rizieq merupakan hasil rekayasa teknologi.
Polisi kemudian menangkap lima orang pria sebagai tersangka penyerangan yaitu Edwin Hitipeuw (37) dan Lauren Paliyama (31) cs.
Mereka dikenal sebagai debt collector alias penagih utang yang pada dini hari itu pulang dari minum-minum di sebuah tempat hiburan malam.
Baca: Mantan Karyawan PT Freeport Mogok, Bakar Mobil Milik Perusahaan
Kerukunan Umat Beragama
FPI menggelar milad ke-19 bertema Merawat Kebhinekaan dalam Bingkai NKRI Bersyariah. Acara Milad FPI dimulai sejak pukul 03.00 WIB diawali dengan salat tahajud dan subuh berjamaah.
Acara itu dihadiri sejumlah kalangan nonmuslim di antaratanya Ketua Badan Musyawarah Kristen Indonesia, Agus. Ia memberikan hadiah berupa satu buket bunga mawar kepada Ketua FPI Sobri Lubis.
Acara tersebut juga dihadiri Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) perwakilan Katolik, Budi Pratikno, Kepala Muslim Tionghoa Indonesia (Musti) Jusuf Hamka, serta Ketua Persekutuan Gereja Indonesia (PGI) DKI Jakarta, Pendeta S Supit.
Agus mengungkapkan kehadiran perwakilan ormas agama lain dalam acara ini adalah untuk memupuk toleransi antar umat beragama.