Sebelum bekerja mengumpulkan sampah di TPA Galuga, Oji mengaku sempat membuka suatu usaha di Jakarta.
Sayangnya usaha yang dijalaninya itu mengalami kebangkrutan.
"Iya akhirnya jadi ngumpulin sampah aja, yang penting halal dan masih bisa menafkahi keluarga dari mengumpulkam sampah, pengennya mah usaha lagi tapi kan harus ada modal," tandasnya.(Mohamad Afkar Sarvika)
Artikel Ini telah tayang di Tribunnews Bogor dengan judul: Suami Istri Mengais Rezeki di TPA Galuga, Sekilo Sampah Hanya Dibayar Rp 300 Hingga Sering Minder
Baca tanpa iklan