News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Balkon Gedung BEI Roboh

Pengelola Gedung BEI: Kami Selalu Penuhi Persyaratan Kelaikan Gedung

Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Ferdinand Waskita
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Selasar Gedung Bursa Efek Indonesia Ambruk

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - ‎Pengelola gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Cushman Wakefield menegaskan selalu memenuhi persyaratan dalam kelaikan gedung.

Dimana setiap tahunnya selalu dilakukan pemeriksaan gedung.

‎"Kita memenuhi setiap persyaratan yang ada, tidak menyalahi aturan, tidak mungkin untuk kelas ini kita salahi aturan,” ujar Direktur Cushman Wakefield Indonesia, Farida Riyadi, di gedung BEI, Jakarta, Senin (15/1/2018).

Baca: Kunjungi Korban Gedung BEI, Anies Minta Jangan Khawatir Soal Biaya

Menurutnya, pemeriksaan gedung BEI terakhir kali dilakukan pada Mei 2017.

Pemeriksaan kelaikan gedung selalu dilakukan setiap tahun sebanyak satu kali.

“Pemeriksaan berkala, karena gedung kan setiap tahun izin SLF (sertifikat laik fungsi) harus diperpanjang, tahun lalu bulan Mei 2017, untuk perpanjang izin SLF untuk kelaiakan gedung," tuturnya.

Baca: Saat Bambang Soesatyo Candai 10 Ketua Fraksi DPR di Pidato Pertama

Ia menjelaskan, gedung BEI tower II yang merupakan tempat terjadi runtuhnya selasar ‎dibangun sekitar tahun 1997 hingga 1998 yang notabene lebih muda dibandingkan tower I.

Tower I dibangun antara 1994-1995.

“Sejak awal tidak pernah ada perubahan. Tidak ada renov sama sekali disebelah sana,” ucapnya.

Pihaknya hingga saat ini pun belum mendapat informasi apa penyebab selasar di lantai I tower II gedung BEI runtuh.

“Perbaikan belum bisa informasikan karena masih dalam tahap penyelidikan puslabfor dan juga konsultan konstruksi kami," paparnya.

Dirinya juga menyebutkan bilamana gedung BEI dibangun menggunakan konsultan struktur yang terpercaya, namun sayangnya, Ia tidak menyebutkan siapa konsultan struktur gedung BEI.

“Gedung ini dibangun menggunakan konsultan struktur yang bisa dipercaya jadi kita masih tunggu proses lebih lanjut dari konsultan yang akan membahas," ujarnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda

Berita Populer

Berita Terkini