"Biasanya para dagang di stasiun kereta api, perkantoran, kampus, rumah sakit. Kalau yang dagangnya Magrib sampe Subuh biasanya dagang di Monas, soalnya banyak orang nongkrong sampai malam," paparnya.
Untuk persiapan dagang, para pedagang gorengan lazim menghabiskan sekira satu jam untuk merebus singkong, memotong sayuran, dan membuat adonan.
Kosim menjelaskan bila pada waktu malam hari kala pedagang gorengan kembali ke kontrakannya masing-masing, jalan di Kramat Pulo akan dipenuhi gerobak gorengan yang terparkir.
Baca tanpa iklan