News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Dampak Bus Terguling, Ratusan Karyawan Operator Transjakarta Terancam Menganggur

Editor: Adi Suhendi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Bus TransJakarta B 7053 IS koridor 5C jurusan Harmoni-PGC1 angkutan malam hari (Amari) yang terguling di Jalan Mayjen Sutoyo, Cawang, Jakarta Timur, Senin dinihari (9/4/2018).

Ia juga menilai evaluasi menyeluruh untuk semua bus tidak tepat.

Dia berharap PT TransJakarta tetap mematuhi kontrak kerjasama yang sedang berjalan.
"Makanya saya agak bingung juga mau dibawa ke mana sebenarnya masalah ini," ucapnya.

Dia mengungkapkan keputusan sepihak PT TransJakarta menghentikan operasi 48 Bus Amari itu menyebabkan 200 Karyawannya terancam diberhentikan.

"Kalau PT TransJakarta tidak mencabut keputusannya kami terpaksa memutus kontrak kerja 100 Sopir, 50 Mekanik dan 50 Staf," tuturnya.

Sebelumnnya Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahudin Uno juga menyatakan kasus itu semata akibat human error yang disebabkan adanya mobil yang secara mendadak memotong jalur bus BMP 162 itu.

Karena itu, Sukamto menolak tudingan bus yang dikemudikan pramudi Sutikno maupun pihak Bianglala telah melanggar SOP dan batas kecepatan.

Akibat tudingan itu, seluruh armada bus Amari (Angkutan malam hari) yang dioperasikan Bianglala sebanyak 48 unit dikandangkan oleh PT Transjakarta.

Sukamto yang didampingi Manajer Operasional Bianglala Hadi Suryanto pun mengeluarkan fakta atau dokumen otentik yang dikeluarkan oleh PT Transjakarta.

Menurutnya , rekaman kecepatan bus BMP 162 sejak meninggslkan halte OKI hingga titik kecelakaan, yaitu bus melaju dengan kecepatan maksimum 35kilometer per jam.

Kemudian, kata dia, pada (11/4/2018) PT Transjakarta masih mengeluarkan rekomendasi bahwa 48 unit bus Amari yang dioperasikan Bisnglala Siap Guna Operasi (SGO) atau layak jalan.

Rekomendasi itu juga memuat sebanyak 27 unit lainnya tidak dapat operasi (TDO)
Ia menambahkan, polisi sudah mengizinkan bus yang ditahan dibawa pulang ke poll tanpa caratan bahwa bus tidak layak jalan.

Menurutnya, kerugian besar juga bakal diderita Bianglala karena biaya rekondisi atau perbaikan bus milik Transjakarta yang dioperasikan Bianglala untuk Amari belum balik modal.

"Miliaran rupiah yang harus kami keluarkan, dan belum balik modal. Dan kami bisa bangkrut dengan kebijakan ini," ujar Sukamto lagi.

Berita ini sudah dimuat di wartakotalive.com dengan judul: Imbas Bus Terguling, Ratusan Karyawan Operator Transjakarta Terancam PHK

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini