News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Duterte Juluki Kim Jong Un 'Pahlawan Semua Orang'

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Choirul Arifin
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kim Jong Un, Moon Jae In

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS, MANILA - Presiden Filipina Rodrigo Duterte menyebut pemimpin Korea Utara Kim Jong Un merupakan 'pahlawan bagi semua orang'.

Pernyataan itu ia sampaikan pada hari Minggu kemarin (29/4/2018). Padahal sebelumnya, Duterte sempat menyebut Kim sebagai pemimpin yang 'bodoh'.

Perubahan 'julukan' tersebut merupakan tanggapan Duterte terkait janji Kim yang akan bekerjasama dengan Seoul dalam melakukan denuklirisasi di Semenanjung Korea.

Dikutip dari laman New York Post, Senin (30/4/2018), Duterte mengaku akan mengucapkan selamat kepada Kim yang baru saja ia anggap menjadi 'idolanya' itu.

Baca: Kisah Haru Cinta Polisi Antara Cikeas-Pontianak, Sehari Usai Menikah Ikut Tes Menembak

Tentu saja jika ia mendapatkan kesempatan untuk bertemu dengan Kim. Jika bertemu dengan anak Kim Jong Il itu, ia akan mengatakan, "saya mengagumi anda,".

Menurut Duterte, Kim kini disanjung banyak orang lantaran kesepakatannya dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae In untuk bersama-sama menghentikan nuklir.

"Dia sekarang menjadi pahlawan bagi semua orang, tampaknya dia orang yang ramah, periang, baik, dan sangat akomodatif," tegas Duterte.

Baca: Perempuan PSI Berencana Laporkan Dugaan Intimidasi atas Ibu dan Anak di Car Free Day

Baca: Kaus Politik Picu Gesekan Massa Jadi Video Viral di YouTube, Polisi Bentuk Tim

Sebelumnya, Duterte tidak hanya sekali mengkritisi aksi Kim yang berambisi untuk menguji coba nuklirnya.

Pada April tahun lalu, ia pun mempertanyakan kewarasan Kim dan meminta Amerika Serikat untuk menahan diri dan tidak terpancing dengan aksi seorang pria seperti Kim yang 'ingin mengakhiri dunia'.

Beberapa bulan kemudian, Duterte menyebut Kim sebagai seorang pemimpin yang 'bodoh'.

Ia juga tidak bisa menahan diri untuk tidak memaki Kim lantaran melakukan permainan berbahaya dengan nuklir.

Sementara itu pada Jumat kemarin, baik Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan Presiden Korea Selatan Moon Jae In telah menyepakati perjanjian penghentian nuklir di Semenanjung Korea.

Keduanya bertemu di garis perbatasan gencatan senjata, zona demiliterisasi di Desa Panmunjeom, yang selama lebih dari enam dekade telah memecah Korea menjadi dua negara.

Kim dan Moon pun mengumumkan bahwa mereka akan bekerjasama dengan Amerika serikat dan Tiongkok pada tahun ini untuk mendeklarasikan secara resmi berakhirnya Perang Korea 1950-an sekaligus menjadikan perjanjian perdamaian tersebut permanen.

"Ia (Kim) boleh menganggap saya sebagai temannya, ya dampak (dari perjanjian itu) benar-benar (menunjukkan) tekanan di Semenanjung Korea kini lebih menurun, mungkin saja, kita bisa menghindari perang yang memang tidak bisa dimenangkan oleh siapapun itu," kata Duterte.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini