TRIBUNNEWS.COM - Masyarakat AS tengah dihebohkan dengan kasus seorang eks agen senior CIA yang memiliki akses rahasia tingkat tinggi dituduh menyembunyikan emas batangan senilai ratusan miliar rupiah secara diam-diam di rumahnya.
Kepada penyidik, ia berdalih emas tersebut disiapkan untuk "keperluan operasional dinas".
Adapun sosok yang menjadi sorotan tersebut adalah David Rush yang pernah memegang posisi manajerial di badan intelijen AS tersebut.
Melansir dari NBC News, Rush kini didakwa atas pencurian uang negara.
Dakwaan ini diajukan pekan lalu di Pengadilan Distrik Timur Virginia.
Sejauh ini, pihak pengacara Rush belum memberikan tanggapan terkait kasus kliennya.
FBI Ikut Turun Tangan
Selain dituduh mencuri, Rush ternyata juga memalsukan latar belakangnya dan berhasil mengelabui atasannya selama hampir 20 tahun.
Tak pelak, kasus ini memicu keraguan publik terhadap ketatnya sistem pemeriksaan keamanan pegawai di pemerintahan federal AS.
Menanggapi skandal ini, juru bicara CIA dan FBI merilis pernyataan tertulis bersama.
"Setelah tim internal CIA menemukan adanya dugaan pelanggaran hukum, Direktur CIA John Ratcliffe langsung menyerahkan temuan ini ke FBI untuk diproses hukum lebih lanjut," tulis pernyataan CIA pada Rabu waktu setempat (27/5/2026)
Baca juga: CIA: Iran Mampu Bertahan Hadapi Blokade Trump selama 3-4 Bulan dan Masih Memiliki 70 Persen Rudal
Sementara itu, FBI mengaku pihaknya kini tengah menjalin kerjasama erat dengan CIA untuk mengusut kasus tersebut.
"FBI saat ini terus berkoordinasi erat dengan rekan-rekan di CIA dan Departemen Kehakiman untuk mengusut tuntas kasus ini. Kami berkomitmen untuk mengungkap fakta yang ada, menuntut pertanggungjawaban, dan menegakkan keadilan sesuai hukum yang berlaku." ungkap pihak FBI.
Terseret Kasus Ijazah Bodong
Sebagai informasi, pemerintah AS sebenarnya memiliki prosedur rutin untuk memeriksa rekam jejak calon pegawai yang akan menangani informasi rahasia.
Setelah diterima pun, pengawasan seharusnya tetap berjalan lewat pemantauan arus keuangan, riwayat perjalanan, hingga catatan kredit.
Baca tanpa iklan