TRIBUNNEWS.COM - Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah, Muhammad Qodari, menanggapi terkait tuntutan mahasiswa dalam demo bertajuk "Menuju Indonesia Bangkrut" di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada Jumat (12/6/2026)
Demo mahasiswa ini dipicu karena kenaikan harga BBM non subsidi jenis Pertamax (RON 92) menjadi Rp16.250 per liter dan Pertamax Green 95 (RON 95) menjadi Rp17.000.
Gelombang unjuk rasa mahasiswa terjadi di sejumlah wilayah di tanah air. Mahasiswa di Jakarta melakukan long march dari berbagai titik menuju bundaran HI, mereka mendesak pemerintah agar menurunkan harga kebutuhan pokok dan BBM, serta menuntut perbaikan ekonomi.
Kemudian mahasiswa di Solo, Jawa Tengah, juga melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Kota Solo. Mereka memprotes kenaikan harga BBM yang mendadak dan pelemahan nilai tukar rupiah.
Selain itu, mahasiswa di Solo menilai, sejumlah kebijakan Prabowo-Gibran justru menjadi penyebab ekonomi Indonesia bermasalah, terutama soal MBG.
Sementara mahasiswa di Semarang dari BEM Universitas Diponegoro (Undip) menyasar DPRD Jateng sebagai titik aksi "Peringatan Darurat Indonesia Sekarat, Rakyat Menggugat".
Dalam salah satu gugatan mahasiswa itu, mereka meminta agar Pemerintah berhenti melakukan pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk program-program yang dinilai terlalu menghamburkan anggaran.
Namun, menurut Qodari, Prabowo saat ini justru melakukan penghematan di berbagai sektor.
"Mengenai tuntutan pertama misalnya pemborosan APBN, yang dilakukan oleh Pak Prabowo justru selama ini adalah menghentikan pemborosan di berbagai sektor ya kan," ucapnya, Sabtu (13/6/2026), dikutip dari YouTube CNN Indonesia.
"Di awal sekali pemerintahan Pak Prabowo melakukan penghematan yang tidak urgent, tidak esensial itu distop, sehingga pada waktu itu bisa dihemat sekitar Rp300 triliun," sambung Qodari.
Oleh karena itu, Qodari menyampaikan bahwa Prabowo merupakan figur yang berada di garis depan dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat.
Baca juga: Tak Ada Pejabat yang Temui Mahasiswa Demo di Bundaran HI, BEM UI: Kami Disambut Represifitas Aparat
Sebagai contoh, kata Qodari, Prabowo membentuk badan ekspor satu pintu atau PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) yang bertujuan untuk mencegah kebocoran APBN.
"Itu kan ditujukan untuk mencegah kebocoran terhadap APBN kita yang telah berjalan puluhan tahun dalam jumlah yang sangat fantastis. Total sekian puluh tahun kan sampai Rp15.000 triliun," ungkapnya.
Pengamat Tak Yakin Prabowo Akan Penuhi 5 Tuntutan Mahasiswa
Sementara itu, Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas turut menyoroti cara Presiden Prabowo Subianto dalam merespons kritik mahasiswa yang menyampaikan tuntuannya dalam demo di Jakarta pada Jumat kemarin.
Baca tanpa iklan