News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Iran Vs Amerika Memanas

Hari ke-110 Perang Iran: Teheran Ancam Respons Keras Jika Israel Terus Serang Lebanon

Penulis: Andari Wulan Nugrahani
Editor: Bobby Wiratama
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

IRAN - Potret bendera Iran. Memasuki hari ke-110 perang Iran, Teheran memperingatkan bahwa serangan Israel di Lebanon dapat memicu respons keras sekaligus mengancam kesepakatan yang sedang dirundingkan dengan Amerika Serikat.

 

TRIBUNNEWS.COM - Perang Iran memasuki hari ke-110 pada Rabu (17/6/2026).

Di tengah upaya diplomasi yang diupayakan Amerika Serikat (AS) dan Iran, ketegangan baru justru muncul dari Lebanon.

Pemerintah Iran memperingatkan bahwa serangan Israel ke wilayah Lebanon dapat memicu respons keras dari Teheran sekaligus mengancam masa depan kesepakatan damai yang sedang dirundingkan.

Dilansir Al Jazeera, peringatan tersebut muncul setelah serangan pesawat nirawak Israel di Provinsi Nabatieh, Lebanon selatan, menewaskan sedikitnya empat orang.

Iran menuduh Israel berulang kali melanggar komitmen gencatan senjata.

Situasi ini bahkan mulai memengaruhi hubungan antara Presiden AS, Donald Trump, dan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.

Trump secara terbuka mendesak Netanyahu agar lebih bertanggung jawab dalam menangani operasi militer Israel di Lebanon.

Lebanon Jadi Titik Krusial Kesepakatan AS-Iran

Menurut para pejabat Iran, stabilitas Lebanon tidak dapat dipisahkan dari kesepakatan yang sedang dibangun dengan Washington.

Baca juga: 3 Kapal Tanker Iran Tembus Zona Blokade AS, Bawa Hampir 5 Juta Barel Minyak Mentah

Koresponden Al Jazeera di Teheran, Tohid Asadi, melaporkan bahwa pemerintah Iran secara konsisten menegaskan bahwa gencatan senjata di kawasan, terutama di Lebanon, merupakan bagian tak terpisahkan dari setiap perjanjian dengan AS.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa kesepakatan akhir harus mencakup beberapa tuntutan utama.

Di antaranya pencabutan sanksi ekonomi terhadap Iran, pembebasan aset-aset Iran yang selama ini dibekukan di luar negeri, serta penarikan pasukan Israel dari Lebanon.

Teheran menilai tidak mungkin mencapai stabilitas jangka panjang apabila konflik di Lebanon terus berlanjut.

Karena itu, setiap serangan baru yang dilakukan Israel dipandang sebagai ancaman langsung terhadap proses diplomasi yang sedang berlangsung.

Iran juga memperingatkan bahwa pelanggaran berulang terhadap gencatan senjata dapat memicu "tanggapan keras" dari Teheran.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini