News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Iran Vs Amerika Memanas

Hari ke-110 Perang Iran: Teheran Ancam Respons Keras Jika Israel Terus Serang Lebanon

Penulis: Andari Wulan Nugrahani
Editor: Bobby Wiratama
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

IRAN - Potret bendera Iran. Memasuki hari ke-110 perang Iran, Teheran memperingatkan bahwa serangan Israel di Lebanon dapat memicu respons keras sekaligus mengancam kesepakatan yang sedang dirundingkan dengan Amerika Serikat.

Meski tidak menjelaskan bentuk respons yang dimaksud, pernyataan tersebut menunjukkan meningkatnya ketegangan antara kedua negara.

Kapal Tanker Iran Kembali Tembus Blokade

Di tengah memanasnya situasi keamanan, Iran mengklaim memperoleh kemajuan penting di sektor energi.

Baca juga: Pemerintah Pastikan Impor Minyak dari Rusia Jalan Terus Meskipun AS-Iran Sepakat Damai

Lembaga pemantau TankerTrackers melaporkan kapal tanker Iran ketiga bernama Sonia I yang mengangkut sekitar satu juta barel minyak mentah berhasil melewati garis blokade Angkatan Laut AS di Teluk Oman pada pukul 01.11 GMT.

Keberhasilan itu mengikuti dua kapal tanker Iran lainnya yang sebelumnya berhasil melintas dengan membawa total sekitar 3,8 juta barel minyak.

Pemerintah Iran menyatakan perkembangan tersebut sejalan dengan kesepakatan awal yang mencakup penghentian blokade laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Bagi Teheran, peristiwa itu menjadi indikasi bahwa hasil nyata mulai terlihat dari proses negosiasi dengan Washington.

Analis: Konflik Lebanon Bisa Hancurkan Kesepakatan

Meski terdapat kemajuan diplomatik, sejumlah pengamat memperingatkan bahwa konflik di Lebanon dapat menjadi batu sandungan terbesar bagi kesepakatan AS-Iran.

Peneliti senior Cato Institute sekaligus mantan staf pemerintahan Presiden Ronald Reagan, Doug Bandow, menilai Washington harus menggunakan pengaruhnya terhadap Israel jika ingin menyelamatkan proses negosiasi.

Menurut Bandow, AS memiliki pengaruh besar melalui bantuan militer dan dukungan finansial yang selama ini diberikan kepada Israel.

Baca juga: Sarmuji: Keterlibatan Negara-Negara Muslim Kunci Tercapainya Perdamaian AS-Iran

Namun ia meragukan apakah pemerintahan Trump benar-benar bersedia menggunakan tekanan tersebut.

"Jika Trump tidak memberikan tekanan nyata, jika dia tidak menemukan cara untuk melakukannya, maka semua ini hanya akan menjadi sandiwara," kata Bandow.

"Iran kemungkinan besar tidak akan menganggap itu memuaskan. Dan itu bisa menghancurkan kesepakatan," lanjutnya.

Peringatan tersebut menunjukkan rapuhnya proses diplomasi yang saat ini sedang berlangsung.

Kanada Sebut Kesepakatan sebagai Pengubah Permainan

Di tengah berbagai kekhawatiran, Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, justru menyampaikan optimisme.

Carney mengaku telah meninjau salinan rancangan awal kesepakatan AS-Iran dan menyebut dokumen tersebut melampaui ekspektasinya.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini