News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Mabes Polri Pastikan Bahar bin Smith Sudah Terima Surat Panggilan Kedua

Penulis: Amriyono Prakoso
Editor: Johnson Simanjuntak
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kombes Pol Syahar Diantono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kabagpenum Div Humas Mabes Polri, Kombes Pol Syahar Diantono mengatakan pihak keluarga Bahar bin Smith sudah menerima surat pemanggilan kedua dari Mabes Polri.

"Sudah kami sampaikan ke adiknya. Mereka sudah menerima surat pemanggilan dari kami," jelasnya di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (4/12/2018).

Syahar meminta kepada pemuka agama tersebut untuk datang memenuhi panggilan di Bareskrim Mabes Polri untuk melakukan klarifikasi terkait pernyataannya dalam suatu acara keagamaan.

Apabila, dalam pemanggilan kedua, yang bersangkutan tidak hadir. Syahar, menjawab normatif akan melakukan aturan sesuai hukum acara pidana.

"Ya normatif saja. Kalau tidak hadir juga di pemanggilan kedua, berarti akan ada penjemputan," ucapnya.

Pada pemanggilan pertama pada Senin (3/12) kemarin, Bahar bin Smith tidak memenuhi panggilan Bareskrim Mabes Polri untuk pemeriksaan. Alasannya, ia tidak mendapatkan surat yang dimaksud.

Kasus bermula, ketika Bahar dalam video yang beredar di dunia maya, menyebut Jokowi sebagai pengkhianat negara dan rakyat dalam sebuah ceramah, bahkan dia menyebut Jokowi sebagai banci.

Baca: Sesalkan Pembantaian Di Papua, Komisi III DPR: Perlindungan Bagi Pekerja Kurang Maksimal

“Kalau ketemu Jokowi kamu buka celananya, jangan-jangan haid Jokowi itu, seperti banci,” ucap Habib Bahar bin Smith dalam video tersebut.

Kemudian, pernyataan tersebut ditindaklanjuti Ketua Umum Cyber Indonesia Muannas Alaidid untuk melaporkan Habib Bahar bin Smith ke Polda Metro Jaya. 

Hal serupa juga dilakukan oleh Sekjen Jokowi Mania yang melaporkan Habib Bahar bin Smith ke Bareskrim Mabes Polri terkait kasus yang sama.

Habib Bahar menegaskan pada aksi 212 menegaskan, dirinya tidak akan meminta maaf atas isi ceramah yang dinilai telah menghina Jokowi. Bahkan, dia lebih memilih di penjara daripada meminta maaf.

"Kalau itu suatu kesalahan, demi Allah, saya Bahar bin Smith tidak pernah akan minta maaf dari kesalahan itu. Saya lebih memilih busuk di penjara daripada minta maaf. Allahu Akbar," kata Habib Bahar di Monas, Jakarta, Minggu (2/12/2018).

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini