News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pria yang Tewas Gantung Diri di Cipayung Jakarta Timur Pernah Lakukan Percobaan Bunuh Diri

Editor: Choirul Arifin
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi

Laporan Reporter Warta Kota, Rangga Baskoro

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ahmad Jaelani ditemukan tewas gantung diri di sebuah warung nasi di RT 3/4, Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (27/2/2019) siang. Pria yang bekerja sebagai buruh itu ternyata juga pernah melakukan percobaan bunuh diri.

Kapolsek Cipayung Kompol Darmo menceritakan, dalam percobaan bunuh diri pertama, Jaelani mencoba meminum racun. "Dia juga pernah berusaha minum racun buat bunuh diri juga, tapi enggak meninggal," ungkap Darmo saat dikonfirmasi.

Hal tersebut diketahui Darmo berdasarkan pemeriksaan dua saksi yang merupakan kerabat korban.

Saat pemeriksaan, Darmo menyatakan petugas kepolisian tak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan di tubuh pria tersebut. Ia pun menduga Jaelani memang sengaja mengakhiri nyawanya sendiri. "Sementara ini tidak ada tanda-tanda kekerasan. Bisa dibilang bunuh diri saja, kan gitu," tuturnya.

Jaelani pergi tanpa pamit atau meninggalkan sebuah pesan sebelum bunuh diri. Kapolsek Cipayung menegaskan, hingga kini pihaknya terus mendata keterangan saksi yang pertama melihat kejadian.

Baca: Polisi Periksa Saksi Mahkota Terkait Kebakaran RSUD Kota Tangerang

"Tidak ada (pesan), mungkin belum kekumpul semua data oleh penyidik, karena mereka masih bekerja. Nanti kalau sudah ada hasilnya, sorean lah saya konfirmasi kembali," paparnya.

Sebelumnya diberitakan, seorang pria ditemukan tewas dalam keadaan tergantung di sebuah warung nasi, di RT 3/4, Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (27/2/2019) siang.

Pria yang diketahui bernama Ahmad Jaelani itu tewas tergantung di warung nasi, diduga kuat bunuh diri, lantaran frustrasi karena tak mampu membayar biaya persalinan istrinya yang tengah mengandung.

"Jadi itu dia kesulitan ekonomi. Istrinya butuh biaya untuk persalinan, butuh duit Rp 20 juta. Karena enggak mampu, makanya bunuh diri," ungkap Kapolsek Cipayung Kompol Darmo saat dikonfirmasi, Rabu (27/2/2019).

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini