News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Keluh Kesah Supir Bajaj: Sekarang Mencari Penumpang

Editor: Rachmat Hidayat
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Nurdin, supir Bajaj.

Laporan wartawan magang Yosi Vaulla Virza
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA-Maraknya ojek daring (online) di Ibu Kota membawa banyak perubahan yang terjadi.Kini, banyak moda transportasi yang dulunya paling diminati warga Jakarta kemudian ditinggalkan. Salah satunya moda transportasi Bajaj.

Kendaraan bermotor roda tiga ini dahulu banyak digunakan di Jakarta. Sekarang, masyarakat lebih memilih menggunakan transportasi online yang lebih murah dan praktis.

Mudah dilihat, banyak sopir angkutan umum beroda tiga ini lebih banyak diam di pangkalan. Salah satunya di sekitar Stasiun Tanah Abang. Terlihat, puluhan Bajaj berjejer di pinggir jalan tampa ada penumpang yang menghampiri.

Baca: Bajaj Cerita Kenangan Terakhir Sebelum Agung Hercules Meninggal: Dia Peluk dan Minta Maaf

"Sekarang susah banget mbak (mendapatkan penumpang). Kadang seharian itu saya cuma dapet tiga penumpang. Pernah seharian mangkal cuman dapet dua puluh satu ribu rupiah." ujar pak Nurdin sambil duduk di dalam Bajajnya sembari menunggu penumpang yang datang.

Keluhan Nurdin, sama dengan supir Bajaj lain yang kini sulit mendapatkan penumpang. Kadang ada penumpang yang datang, negosiasi harga yang dianggap kemahalan kemudian beralih ke transportasi lain.

Kalaupun ada penawaran harga diterima dari calon penumpang, harus rela meski membuatnya sedikit rugi. "Angkutan ini harganya sedikit lebih mahal dari angkutan lain, hal tersebut karna bahan bakar yang digunakan juga termasuk langka dan susah didapatkan," Nurdin menjelaskan.

Untuk bahan bakar Bajaj ini adalah gas yang tidak mudah didapati disembarang tempat. Hanya ada beberapa SPBG di Jakarta.

Baca: Kiprah Rieke DIah Pitaloka 3 Kali Jadi Anggota DPR, Beda Jauh dengan Peran Oneng dalam Bajaj Bajuri

Cerita Nurdin diamini Abdul (49) supir Bajaj yang tinggal di daerah Roxy, Jakarta Pusat. Setiap hari berangkat dari rumah memulai aktivitasnya ke Stasiun Tanah Abang untuk mangkal sejak pukul 6 pagi.

Baca: Isa Bajaj Ungkap Kondisi Jenazah Agung Hercules

Pergi pagi hari, Abdul berharap banyak penumpang yang baru saja belanja di pasar pagi (pasar Tasik) naik Bajaj miliknya. Harapan yang tidak setiap hari ia dapatkan, hingga jelang siang penumpang yang diharapkan tak juga datang.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini