News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Formula E

Ikatan Arsitek: Jaga Kesakralan Monas, Jangan Paksakan untuk Formula E

Editor: tribunjakarta.com
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Sejumlah buruh mengerjakan pembangunan Plaza Selatan Monumen Nasional (Monas) di Jakarta Pusat, Selasa (28/1/2020). Sebelumnya, Istana Kepresiden meminta revitalisasi Monas dihentikan sementara karena belum mengantongi izin dari Komisi Pengarah Pembangunan Kawasan Medan Merdeka. Warta Kota/Alex Suban

TRIBUNNEWS.COM - Ikatan Arsitek Indonesia (AIA) menilai, rencana Pemprov DKI Jakarta menggelar balapan internasional Formula E di Monas.

Ketua Umum AIA, Ahmad Djuhara menilai, Monas bukan cuma Cagar Budaya, melainkan sebuah lokasi sakral yang penih nilai sejarah.

Dirinya menilai, Pemprov DKI tidak bisa sembarangan mengubah kawasan Monas menjadi lintasan balapan Formula E.

Menurutnya, harus ada studi kelayakan sebelum dilakukan perombakan.

"Studi kelayakan sebuah studi atau penelitan yang dilakukan ahli melibatkan ahli cagar budaya antropolgi sejarawan. Kami menyayangkan sebetulnya kata kuncinya itu sebearnya sakral," kata  Djuhara saat dikonfirmasi Tribun, Jumat (21/2/2020).

Dia menjelaskan, studi kelayakan harus melibatkan banyak pihak.

Termasuk sejarawan, arkeolog hingga antropologi untuk menentukan boleh tidaknya tempat itu diubah.

Dia, menjelaskan ini akan sulit dilakukan, ditambah sirkuit Formula E butuh pit stop, tribun penonton dan lainnya.

Djuhara juga menegaskan, Monas lokasi yang sakral.

Hal itu penting diingat dan harus dihormati betul.

"Masa berani orang bilang itu enggak sakral? Jadi harus ada rasa hormat," tambah Djuhara.

Djuhara menjelaskan, hal ini bukan cuma perkara cagar budaya, melainkan kesakralan Monas itu sendiri.

"Kami arsitek menganggap, Monas itu seperti manifestasi bangsa," jelasnya lagi.

Menurutnya, Formula E tidak perlu dipaksakan untuk melintas di dalam Monas.

Bisa saja dilakukan di kawasan jalan medan merdeka.

"Saya kasih contoh menara Eiffel, itu identitas Prancis, tapi dia tidak sakral. Monas ini sakral, sama seperti Borobudur, Prambanan, bukan cuma Cagar Budaya, tapi juga sakral. Kenapa mesti maksain di Monas, tempat lain kan banyak," katanya.

Untung rugi gelaran Formula E

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini