News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Virus Corona

Anies Tanggapi Gelombang PHK: Pekerjaan yang Hilang Bisa Dicari, Tapi Nyawa Tidak

Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Dewi Agustina
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Sejumlah kendaraan melintas di jalan tol Cawang, Jakarta Timur, Selasa (28/4/2020). Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyebut, terjadi penurunan arus lalu lintas atau traffick jalan tol di tiga wilayah jalan tol, yakni DKI Jakarta, Jawa Barat (Jabar), dan Banten, berkisar 42 persen sampai dengan 60 persen, sebagai dampak dari penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Tribunnews/Jeprima

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Danang Triatmojo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sadar Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam upaya memerangi wabah virus corona memang berdampak buruk bagi sektor ekonomi. Akibatnya banyak perusahaan terpaksa mengurangi karyawan.

Soal mereka yang kehilangan pekerjaan, Anies menyatakan hal itu bisa diganti usai pandemi berakhir.

"Kita menyaksikan akibat pembatasan itu begitu banyak orang yang kesulitan secara ekonomi. Pekerjaan yang hilang insya Allah nanti bisa kita cari gantinya," kata Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (1/5/2020) malam.

Untuk itu ia meminta segenap masyarakat menerapkan dan patuh terhadap kebijakan PSBB yang telah dibuat. Sebab pekerjaan bisa saja diganti di kemudian hari, tapi tidak dengan nyawa.

Peran serta masyarakat memerangi wabah ini menjadi penting karena pencegahan virus berawal dari pribadi masing-masing.

Masa sulit hari ini, diharapkan segera berakhir seiring dengan kedisiplinan yang diterapkan.

"Belum ada subsidi yang bisa menggantikan (nyawa). Karena itu mengapa kita semua harus sadar berapa pentingnya melewati masa-masa sulit ini dengan disiplin tetap berada di rumah," ungkap dia.

Warga Diminta Disiplin

Sebelumnya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta warga ibu kota lebih serius dan disiplin mematuhi kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Sebab wabah virus corona akan cepat berakhir jika ada kedisiplinan dari masing-masing masyarakat.

Baca: Viral Warga NTT Bersikukuh Tolak Sembako Gratis dari Pemerintah: Saya Dikasih 10 Jari untuk Usaha

Berlaku juga untuk sebaliknya, makin tidak ada kedisiplinan masyarakat dalam mematuhi PSBB, maka makin lama pula pandemi ini berlalu.

"Saya berharap kepada seluruh keluarga mari kita lebih serius sampai tuntas PSBB ini. Makin disiplin kita, makin cepat selesai. Makin kita tidak disiplin, makin lama ini selesainya," kata Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (1/5/2020) malam.

Anies sendiri menyadari berdiam diri di rumah memang cukup sulit bagi sebagian orang. Utamanya menahan tidak beraktivitas di luar ruangan jika tidak mendesak.

Tapi ia berharap masyarakat sadar potensi penularan yang mungkin terjadi.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini