News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Bocah SD di Cilincing Dibunuh, 2 Hari Berselang Ibunya di Indramayu Meninggal

Penulis: Febri Prasetyo
Editor: Garudea Prabawati
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TKP PEMBUNUHAN - Rumah kontrakan tempat VI (12) ditemukan tewas di Jalan Kp Sepatan, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara sudah diberi garis polisi, Selasa (14/10/2025). Ibu VI meninggal dua hari kemudian.

TRIBUNNEWS.COM - Seorang ibu di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, meninggal dua hari setelah anak perempuannya, VI (12), dibunuh.

VI yang masih siswa SD itu dibunuh Senin malam, (13/10/2025), di Kampung Sawah, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara,  sedangkan ibunya meninggal Rabu malam di Indramayu.

Ibu VI dikabarkan meninggal lantaran sakit yang sudah menderanya sejak beberapa tahun belakangan

Kabar meninggalnya ibu VI dikonfirmasi oleh Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol. Erick Frendriz.

"Kami turut belasungkawa untuk keluarga besar VI," kata Erick, Kamis, dikutip dari Warta Kota.

Sementara itu, Kapolsek Cilincing Bobi Subarsi menambahkan bahwa ibu VI meninggal dunia di Indramayu yang menjadi kampung halamannya.

"Iya, Bang, meninggal karena sakit. Kalau dari keterangan warga sekitar, sudah lama sakit," kata Bobi.

Kasus pembunuhan terhadap VI

VI (12) tewas dibunuh R (16) di Kampung Sawah setelah diiming-imingi diberi baju bagus oleh pelaku.

Menurut Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara Kompol Onkoseno, pembunuhan itu diketahui setelah orang tua korban mencari anaknya yang belum pulang meski sudah malam.

Onkoseno berkata warga sempat melihat VI diajak oleh pelaku. Warga juga sempat menanyai keduanya.

Baca juga: Kesaksian Warga Cilincing setelah Bocah SD Dibunuh, Pelaku Berusia 16 Tahun Sakit Hati Ditagih Utang

"Setelah diikuti oleh warga ke rumah kontrakan karena curiga dan sempat diinterogasi oleh warga," kata Onkoseno, Rabu, (15/10/2025).

Onkoseno mengklaim R tidak memperkosa VI. Dia mengatakan hal itu setelah pihak rumah sakit memeriksa jenazah korban.

"Pelaku hanya meraba-raba area sensitif dari korban saja usai membunuh," ucapnya.

Kata Onkoseno, pelaku tega membunuh korban karena dendam kepada orang tua korban yang berbicara kasar ketika menagih utang. Saat ini sudah ada empat saksi yang diperiksa.

Sementara itu, Kombes Erick berkata pelaku tidak membayar ketika ditagih.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini