Selain arena permainan, festival ini juga menyuguhkan workshop mewarnai layang-layang dan membuat janur sebagai sarana menumbuhkan kreativitas dan ketekunan.
Penyelenggaraan festival ini untuk mendorong agar permainan tradisional kembali masuk ke ruang-ruang pendidikan.
Melalui penyusunan modul pembelajaran, pelatihan fasilitator, dan sertifikasi pelatih daerah, KPOTI berharap permainan rakyat dapat menjadi bagian dari penguatan karakter di sekolah dan keluarga.
Upaya ini sejalan dengan agenda nasional untuk menumbuhkan generasi yang berjiwa Pancasila, berkarakter kuat, dan mencintai budaya bangsanya.(tribunnews/fin)
Baca tanpa iklan