TRIBUNNEWS.COM - Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya akhirnya memeriksa siswa pelaku peledakan atau anak yang berkonflik dengan hukum (ABH) di SMA Negeri 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Pemeriksaan terhadap ABH dilakukan setelah kondisi fisik dan psikisnya dinyatakan cukup stabil untuk memberikan keterangan.
Ledakan di lingkungan SMA 72 Jakarta ini, sebelumnya terjadi pada Jumat (7/11/2025) lalu, sekira pukul 12.15 WIB.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto mengatakan, pemeriksaan terhadap pelaku dilakukan pada Senin (1/12/2025) kemarin.
"Alhamdulillah kondisinya sudah membaik dan sudah dapat untuk dimintai keterangan," kata Budi, Selasa (2/12/2025).
Namun, Budi belum mengungkapkan hasil pemeriksaan terhadap pelaku.
Ia hanya menyatakan bahwa proses pemeriksaan didampingi sejumlah pihak terkait, termasuk Balai Pemasyarakatan (Bapas), Asosiasi Psikologi Forensik (Apsifor), serta pihak keluarga pelaku dan kuasa hukumnya.
"Dilakukan pendampingan dari pihak keluarga, Bapas, Apsifor, dan kuasa hukum," ujar Budi.
Sebelumnya, Dansat Brimob Polda Metro Jaya, Kombes Henik Maryanto mengatakan, ada dua bom yang diledakkan di area masjid SMAN 72.
"Di sana ada dua crater, artinya ada dua kawah ledak yang kami temukan di TKP. Berarti kemungkinan diduga memang ada dua bom yang diledakkan di dalam masjid," kata Henik di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (11/11/2025).
Henik mengungkapkan, bom yang berada di masjid dikendalikan melalui remote yang ditemukan polisi di taman baca.
"Dapat disimpulkan untuk di TKP pertama di masjid, bahwa berdasarkan material yang ditemukan, rangkaian tersebut adalah rangkaian bom aktif dengan menggunakan remote," ungkap Dansat Brimob.
Baca juga: Keluar dari RS, Pelaku Ledakan SMAN 72 Ditempatkan di Rumah Aman, Polisi Akan Lakukan Ini
Adapun TKP kedua peledakan bom berada di bank sampah dan taman baca. Berbeda dengan TKP pertama, bom di bank sampah dan taman baca diledakkan menggunakan sumbu bakar.
Di lokasi tersebut ditemukan barang bukti berupa kaleng dan pipa logam. Secara keseluruhan, polisi menemukan tujuh bom yang empat di antaranya telah meledak.
"Jadi dari tujuh, empat yang meledak. Tiga yang masih aktif sudah kita kembalikan di Markas Gegana Satbrimob Polda Metro Jaya," ujar Henik.
Baca tanpa iklan