TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Polres Metro Jakarta Pusat masih belum menemukan unsur kelalaian dari pemilik gedung berinisial N dalam peristiwa terbakarnya kantor Terra Drone Indonesia di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat.
Diketahui gedung yang disewa Terra Drone ini terbakar pada Selasa (9/12/2025) akibat meledaknya baterai drone di lantai 1.
Sebanyak 22 orang karyawan Terra Drone meninggal lantaran terlalu banyak menghirup asap hitam beracun yang bersumber dari baterai.
Mereka terjebak di dalam bangunan yang ternyata cuma memiliki akses tunggal keluar - masuk.
Pemilik gedung sudah diperiksa
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Saputra mengatakan N selaku pemilik gedung sudah diperiksa pada Sabtu lalu (13/12/2025).
Berdasarkan hasil pemeriksaan, penyidik masih belum menemukan unsur kelaiaian yang mengakibatkan 22 orang meninggal.
"Ya hasil pemeriksaannya, dia sudah menjawab pertanyaan, namun untuk unsur kelalaiannya kita masih belum temukan. Masih kita cari," kata AKBP Roby saat dikonfirmasi, Rabu (17/12/2025).
Namun polisi tidak berhenti di situ, penyidik masih mencari dan memastikan apakah ada atau tidaknya dugaan kelalaian tersebut.
Pendalaman keterangan masih akan dilakukan terhadap saksi - saksi dan N.
"Masih perlu pendalaman," katanya.
Dalam pemeriksaan, N juga mengakui memang tidak ada perawatan setelah gedung disewa.
Tanggung jawab perawatan bertumpu pada pihak penyewa.
Ketentuan ini sudah tertuang dalam dokumen perjanjian sewa - menyewa yang disepakati oleh masing - masing pihak.
"Enggak. Jadi kalau sudah disewa-menyewa dia enggak ada perawatan dari pemilik gedung. Penyewanya yang merawat," katanya.
"Perjanjian sewa-menyewanya juga menyebutkan demikian," lanjut Roby.
Baca tanpa iklan