News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Natal dan Tahun Baru 2026

Wamenpan RB dan Ombudsman Tinjau Command Center Korlantas Jelang Puncak Nataru

Penulis: Alfarizy Ajie Fadhillah
Editor: Dewi Agustina
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

NATARU - Wakil Menteri PANRB Purwadi Arianto (tengah), bersama Anggota Ombudsman RI Dadan S. Suharmawijaya (kedua kanan) didampingi Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho (kiri) meninjau Command Center Korlantas Polri di KM 29 Tol Jakarta–Cikampek, Rabu (24/12/2025), jelang puncak arus libur Natal dan Tahun Baru.

Ringkasan Berita:

  • Wamenpan RB Purwadi Arianto bersama Anggota Ombudsman RI Dadan S Suharmawijaya meninjau Command Center Korlantas Polri di KM 29 Tol Jakarta–Cikampek.
  • Kegiatan ini bertujuan memastikan kesiapan layanan publik serta pengendalian lalu lintas berjalan optimal.
  • Rombongan mengecek kesiapan mobil Command Center yang berfungsi sebagai operator pemantau lalu lintas bergerak.


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Wamenpan RB) Purwadi Arianto bersama Anggota Ombudsman RI Dadan S Suharmawijaya meninjau Command Center Korlantas Polri di KM 29 Tol Jakarta–Cikampek, Rabu (24/12/2025).

Wamenpan RB dan Anggota Ombudsman tiba di lokasi sekira pukul 09.50 WIB dan langsung meninjau kesiapan di posko komando tersebut.

Baca juga: Waspada Banjir saat Nataru 2025/2026, BMKG Ungkap Wilayah dan Jalur Mudik Berisiko

Peninjauan itu dilakukan jelang puncak arus libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025 yang diprediksi terjadi pada hari ini.

Kegiatan ini bertujuan memastikan kesiapan layanan publik serta pengendalian lalu lintas berjalan optimal.

Dalam kunjungan tersebut, Wamenpan RB dan anggota Ombudsman didampingi langsung oleh Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho.

 

 

Pantauan Tribunnews, Wamen Purwadi tampak menggunakan kemeja berwarna biru muda, lengkap dengan pin kementerian dan tiga bintang di kerah sebelah kanan.

Sementara itu, Dadan mengenakan kemeja putih dan dibalut dengan jaket berwarna hitam.

Rombongan terlebih dahulu mengecek kesiapan mobil Command Center yang berfungsi sebagai operator pemantau lalu lintas bergerak.

Mobil Command Center tersebut dilengkapi berbagai fitur teknologi yang terhubung langsung dengan sistem Korlantas Polri dan dapat dioperasikan di berbagai lokasi strategis. 

Kendaraan ini dirancang untuk mendukung pengambilan keputusan cepat di lapangan.

Selain itu, setiap unit mobil Command Center juga terintegrasi dengan drone yang dapat dikendalikan dan dipantau langsung dari dalam kendaraan. 

Teknologi tersebut memungkinkan pemantauan kondisi lalu lintas secara real time.

Dengan dukungan sistem tersebut, mobil Command Center mampu menyampaikan laporan situasi lalu lintas secara langsung, baik kepada masyarakat maupun ke pusat kendali kepolisian, sehingga respons penanganan kepadatan atau gangguan lalu lintas dapat dilakukan lebih cepat.

Selanjutnya, rombongan juga meninjau mobil pembawa drone Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) jenis quadcopter.

Drone ETLE ini berfungsi untuk memantau kondisi lalu lintas secara langsung, termasuk mendeteksi pelat nomor kendaraan hingga fitur face recognition.

Drone ETLE tersebut terhubung langsung dengan mobil Command Center dan menampilkan visual kondisi lalu lintas secara live.

Pemanfaatan teknologi ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas pelayanan publik di bidang lalu lintas selama periode Nataru.

Kapan Contraflow Dilakukan?

Korlantas Polri telah menetapkan ambang batas kepadatan kendaraan sebagai dasar penerapan rekayasa lalu lintas selama Operasi Lilin Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Skema yang disiapkan antara lain adalah pemberlakuan contraflow di jalan tol saat arus kendaraan meningkat signifikan.

Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho mengatakan, penerapan contraflow dilakukan berdasarkan hasil traffic counting yang terpantau secara real time melalui command center. 

Parameter tersebut menjadi acuan utama sebelum dilakukan intervensi di lapangan.

"Parameter untuk melakukan rekayasa lalu lintas di tol itu tergantung dari traffic counting. Jika arus mencapai 5.500 kendaraan per jam secara berturut-turut di kilometer 50, kami akan melakukan intervensi contraflow satu lajur," ujar Agus saat ditemui di Command Center KM 29 Tol Jakarta–Cikampek, Bekasi, Jawa Barat, Senin (22/12/2025).

Ia menjelaskan, apabila lonjakan arus masih terus meningkat, maka rekayasa lalu lintas akan ditingkatkan secara bertahap.

Ketika volume kendaraan mencapai angka 6.400 kendaraan per jam, contraflow akan diperluas menjadi dua lajur.

"Kalau naik lagi menjadi 6.400 kendaraan per jam, kita akan melakukan contraflow lajur dua. Ini semua dilakukan bertahap, sesuai kondisi di lapangan," katanya.

Agus menambahkan, apabila contraflow satu dan dua lajur belum mampu mengurai kepadatan, Korlantas akan berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan dan pengelola jalan tol untuk menerapkan skema lanjutan.

"Kalau masih ada bangkitan arus, nanti kami koordinasi dengan Kementerian Perhubungan dan Jasa Marga apakah perlu dilakukan one way sepenggal, tahap pertama dari kilometer 70 sampai 188," ucapnya.

Menurut Agus, seluruh skema rekayasa lalu lintas tersebut disiapkan untuk memastikan kelancaran arus selama libur Nataru, khususnya di ruas-ruas tol utama yang menjadi jalur favorit masyarakat.

Pengambilan keputusan akan terus diperbarui berdasarkan data lapangan dan kondisi terkini.

"Semua ini bisa dikelola melalui command center. Jadi setiap perubahan arus bisa segera direspons, agar lalu lintas tetap aman dan terkendali selama Operasi Lilin Natal dan Tahun Baru," pungkas Agus.

Pergerakan 119,5 Juta Orang

Sebelumnya diberitakan, pergerakan masyarakat selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 diperkirakan mencapai 119,5 juta orang.

Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, potensi pergerakan masyarakat pada Nataru 2025 diperkirakan meningkat sebesar 7,97 persen atau sekitar 8,83 juta orang dibandingkan tahun sebelumnya.

Untuk menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat, Polri bersama sejumlah instansi terkait menggelar Operasi Kepolisian Terpusat Lilin 2025 selama 14 hari, mulai 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026.

Operasi ini melibatkan 146.701 personel gabungan, yang terdiri dari 77.637 personel Polri, 13.775 personel TNI, serta 55.289 personel dari instansi terkait lainnya.

Selain itu, Polri juga menyiapkan 2.903 posko yang terdiri dari 1.807 pos pengamanan, 763 pos pelayanan, dan 333 pos terpadu. 

Ribuan pos tersebut disiagakan untuk mengamankan 44.436 objek, mulai dari gereja, pusat perbelanjaan, terminal, stasiun, pelabuhan, bandara, hingga lokasi wisata dan perayaan malam tahun baru.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini