News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Natal dan Tahun Baru 2026

One Way Lokal, Jalan Kawasan Puncak Bogor Lancar Meski Diserbu 32 Ribu Kendaraan

Penulis: Alfarizy Ajie Fadhillah
Editor: Acos Abdul Qodir
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Satlantas Polres Bogor mencatat jumlah kendaraan roda empat yang memasuki kawasan Puncak Bogor, Jawa Barat, sejak malam tadi mencapai 20 ribu unit

TRIBUNNEWS.COM, BOGOR – Kepadatan arus kendaraan menuju kawasan wisata Puncak, Bogor, Jawa Barat, kembali menjadi sorotan pada masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.

Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menegaskan, rekayasa lalu lintas satu arah atau one way lokal terbukti efektif mengurai kepadatan arus kendaraan di Simpang Gadog dan kawasan sekitarnya.

“Yang signifikan adalah kegiatan one way lokal di wilayah wisata. Biasanya pagi menuju ke atas dan sore menuju ke bawah. Ini solusi yang cukup baik,” kata Irjen Agus saat meninjau Pos Gadog, Jumat (2/1/2025).

Arus Kendaraan Nataru 2025/2026

Berdasarkan hasil traffic counting (penghitungan jumlah kendaraan dengan sensor jalan), puncak arus kendaraan menuju kawasan Puncak Bogor selama libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026 tercatat cukup tinggi.

  • 20 Desember 2025 (Sabtu): Arus naik ke Puncak mencapai 32.510 kendaraan.
  • 21 Desember 2025 (Minggu): Arus balik dari Puncak lebih tinggi, dengan 33.690 kendaraan turun ke arah bawah.
  • 27 Desember 2025 (Sabtu): Arus naik kembali padat, tercatat 32.267 kendaraan.

Irjen Agus menegaskan, data tersebut menjadi bahan evaluasi penting untuk pengamanan ke depan. 

Menurutnya, pola kepadatan di akhir pekan, khususnya hari Sabtu dan Minggu, harus menjadi fokus utama rekayasa lalu lintas.

“Ini menjadi bahan evaluasi ke depan, bahwa hari Sabtu dan akhir pekan harus menjadi fokus pengamanan dan rekayasa lalu lintas,” jelas Agus.

Selain itu, pengamanan arus balik diperkirakan masih berlangsung hingga 4 Januari 2026.

Untuk itu, rekayasa one way lokal tetap dijalankan secara situasional, dengan pola arus naik pagi hari dan arus turun sore hari, demi menjaga kelancaran perjalanan wisatawan.

Baca juga: Ketua DPRD Soppeng Diduga Aniaya Pejabat BKPSDM, Beri Bogem hingga Kursi Terbang

Kepadatan Kendaraan Terkendali

Meski terjadi peningkatan kunjungan wisatawan dan okupansi hotel di kawasan Puncak, Irjen Agus memastikan tidak terjadi kemacetan panjang.

Kepadatan arus berhasil dikendalikan melalui kombinasi rekayasa lalu lintas, alih arus, dan pengaturan one way yang dipantau langsung melalui CCTV.

“Situasi di Gadog dan beberapa titik lain yang kami monitor cukup terkendali. Ada peningkatan kunjungan, tapi tidak ada kemacetan,” katanya.

Alasan Pilih Puncak Bogor

Meski jalur menuju kawasan Puncak Bogor kerap digambarkan “horor” dengan antrean kendaraan berjam-jam, fenomena ini tidak membuat masyarakat kapok.

Bagi warga Jabodetabek, Puncak tetap menjadi destinasi liburan utama karena jarak yang dekat, biaya perjalanan relatif terjangkau, dan udara sejuk.

Hal itu diakui Naufal (30), karyawan swasta asal Tangerang Selatan, Banten.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini