TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - TNI Angkatan Laut menggelar upacara peringatan Hari Dharma Samudera tahun 2026 di geladak helikopter Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Rumah Sakit dr Radjiman Wedyodiningrat-992 yang berlayar di Perairan Teluk Jakarta pada Kamis (15/1/2025).
Kapal bertolak dari Dermaga Kolinlamil Jakarta pada pukul 08.11 WIB.
Dipimpin langsung Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali, upacara dimulai pukul 08.41 WIB.
Tampak sejumlah pejabat utama Markas Besar Angkatan Laut dan perwira tinggi dari TNI hadir dalam upacara tersebut.
Tampak hadir pula Ketua Umum Persatuan Purnawirawan Angkatan Laut (PPAL) yang juga pernah menjabat sebagai Panglima TNI Laksamana TNI (Purn) Yudo Margono dan sejumlah anggota PPAL lainnya.
Langit mendung dan angin yang cukup kuat mewarnai upacara tersebut.
Bendera Merah Putih dan bendera-bendera isyarat kapal perang tampak berkibar kencang di atas anjungan kapal.
Baca juga: Kasus Penganiayaan Oknum TNI AL di Depok: Korban Kehabisan Bensin, Bukan Transaksi Narkoba
Prosesi Peringatan Hari Dharma Samudera 2026
Upacara diawali pembacaan sejarah peristiwa pertempuran laut yang berpuncak pada pertempuran laut Aru pada 15 Januari 1962.
Berbagai peristiwa pertempuran yang terjadi di antaranya pertempuran laut di Selat Bali, pertempuran Teluk Cirebon oleh Kapal RI Gadjah Mada, pertempuran Perairan Pulau Sapudi, pertempuran Teluk Sibolga melawan kapal perang Belanda HRMS Banckert, dan pertempuran ALRI dengan kapal perang Belanda di Muara Sungai Indragiri.
Selain itu juga pertempuran Pelabuhan Balikpapan yang melibatkan Korvet RI Hang Tuah, pertempuran ALRI dengan dengan pemberontak permesta di Perairan Ambon, hingga pertempuran laut di Laut Aru yang melibatkan tiga Motor Torpedo Boat (MTB) RI Macan Tutul, RI Macan Kumbang dan RI Harimau melawan kapal Belanda.
Sejarah mencatat, pertempuran terakhir itu mengakibatkan RI Macan Tutul tenggelam dan Komodor Yos Sudarso gugur.
Usai pembacaan sejarah, Laksamana Muhammad Ali lalu melakukan tradisi tabur bunga saat kapal berada di perairan Teluk Jakarta.
Prosesi itu diiringi lagu Gugur Bunga karya Ismail Marzuki.
Upacara selesai tepat pukul 09.00 WIB.
Setelahnya, Ali mendampingi Yudo Margono melaksanakan tabur bunga.
Baca tanpa iklan