Ringkasan Berita:
- Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menempatkan pendidikan sebagai investasi jangka panjang untuk mencetak sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.
- Berdasarkan data BPS, Rata-rata Lama Sekolah (RLS) Tangsel mencapai 11,86 tahun, tertinggi di Provinsi Banten.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sektor pendidikan menjadi salah satu penunjang dan mampu menjadi mesin penggerak utama pembangunan daerah.
Sebab, dengan peningkatan mutu pendidikan akan mampu mencetak sumber daya manusia (SDM) yang memiliki daya saing dan unggul.
Melihat sektor pendidikan yang menjadi salah satu penunjang SDM, Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie pun menegaskan komitmennya.
Komitmen ini membuahkan hasil signifikan dengan tercatatnya Tangerang Selatan (Tangsel) sebagai daerah dengan partisipasi pendidikan tertinggi di Provinsi Banten.
Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), angka Rata-rata Lama Sekolah (RLS) di wilayah ini telah mencapai 11,86 tahun, melampaui capaian wilayah lain di provinsi yang sama.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tangsel, Tubagus Asep Nurdin, menyatakan bahwa Benyamin Davnie memandang pendidikan bukan sekadar program rutin, melainkan investasi jangka panjang bagi warga.
"Bapak Wali Kota berkomitmen memastikan bahwa setiap anak di Tangsel memiliki akses pendidikan yang setara, berkualitas, dan berkelanjutan," ujar Asep, Rabu (4/2/2026).
Salah satu bentuk nyata dari komitmennya adalah percepatan revitalisasi bangunan sekolah.
Benyamin Davnie menginstruksikan agar seluruh gedung SD dan SMP Negeri di Tangerang Selatan memenuhi standar keamanan dan kenyamanan yang tinggi.
Pembangunan tidak hanya menyentuh aspek estetika, tetapi juga mencakup kelengkapan fasilitas penunjang yang modern guna mendukung bakat dan kreativitas siswa.
“Sekolah harus menjadi ruang tumbuh yang bermartabat. Kualitas fisik bangunan di Tangsel terus kita tingkatkan agar proses belajar mengajar berjalan optimal,” tambah Asep.
Selain pembenahan fisik, Benyamin Davnie juga mendorong integrasi teknologi dalam dunia pendidikan. Hal ini bertujuan agar ekosistem pendidikan di Tangsel tetap relevan dengan tantangan zaman dan berdaya saing global.
Peran aktif semua pihak dalam memperkuat literasi digital di lingkungan sekolah serta diperlukan untuk memastikan transparansi informasi layanan pendidikan bagi masyarakat.
Baca juga: Jalan Berlubang di Fly Over Ciputat Tangsel Bikin Pengendara Motor Jatuh, Korban Tak Sadarkan Diri
“Pendidikan dan transformasi digital tidak bisa dipisahkan. Melalui komunikasi publik yang terbuka, kami memastikan warga mendapatkan hak informasi dan layanan pendidikan yang transparan,” tandasnya.
Baca tanpa iklan